MOSKOW — Militer Amerika Serikat dipastikan menerima pengiriman kapal selam serbu generasi terbaru jauh dari jadwal awal. Berdasarkan analisis terhadap laporan anggaran Angkatan Laut AS untuk tahun fiskal 2027, pembangunan sembilan kapal selam kelas Virginia Blok VI yang digarap General Dynamics baru akan dimulai pada September 2026 dan berlangsung bertahap hingga pengiriman terakhir pada Juli 2038.
Pembangunan Satu Kapal Butuh 127 Bulan
Keterlambatan ini disebut-sebut akibat lamanya waktu produksi di galangan kapal. Untuk menyelesaikan satu unit kapal selam saja, militer AS harus menunggu selama 127 bulan atau lebih dari 10 tahun.
Perkiraan anggaran internal menunjukkan jangka waktu pembangunan untuk kapal selam Blok VI yang akan datang berkisar antara lebih dari 8 hingga 10 tahun per unit. Kondisi ini memaksa Angkatan Laut AS menggeser jadwal pengiriman perdana yang semula ditargetkan pada April 2035 menjadi mundur.
Kontrak Raksasa Senilai Rp 43 Triliun
Di tengah mundurnya jadwal produksi, kontrak jangka panjang untuk sembilan kapal selam tersebut tetap berjalan. Kepala Akuisisi Pentagon, Michael Duffey, dalam surat tertanggal 29 Juni kepada Kongres AS menyatakan bahwa kontrak telah memenuhi standar hukum yang berlaku.
Kesepakatan ini dinilai mampu menghemat anggaran pertahanan sekitar USD 2,4 miliar atau setara Rp 43,41 triliun. Penghematan tersebut menjadi alasan utama kontrak tetap dieksekusi meskipun terdapat risiko keterlambatan produksi di galangan kapal.
Jadwal Baru Pengiriman Kapal Selam Blok VI
Berdasarkan jadwal terbaru Angkatan Laut AS, pembangunan kapal selam pertama dengan kode lambung SSN 814 akan dimulai pada September 2026. Angka ini bergeser dari kontrak awal yang memperkirakan proses produksi dimulai pada Mei 2026.
Kapal selam dengan kode lambung SSN 822 menjadi unit terakhir yang dijadwalkan selesai. Pengiriman kapal selam Blok VI disebutkan akan berlangsung secara bertahap mulai April 2035 hingga puncaknya pada Juli 2038.
Kapal selam kelas Virginia Blok VI merupakan generasi terbaru yang dirancang dengan kemampuan serbu dan persenjataan lebih canggih dibanding pendahulunya. Armada ini menjadi bagian dari modernisasi kekuatan bawah air Angkatan Laut AS di kawasan Indo-Pasifik.