TANJUNGPINANG — Rencana pengembangan layanan RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau memasuki babak konstruksi pada September 2026. Direktur RSUD RAT, dr. Bambang Utoyo, menyatakan gedung poliklinik baru tersebut ditargetkan beroperasi pada awal 2028 dan akan menjadi pusat dari seluruh pelayanan dokter spesialis.
“Semua pelayanan dokter spesialis akan dipusatkan di bangunan baru yang dirancang senyaman mungkin,” kata Bambang dalam forum yang digelar di Tanjungpinang, Jumat (31/7/2026).
Keterbukaan Informasi Jadi Sorotan Utama
Di tengah rencana pengembangan fisik tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang, Suhardi, mengingatkan bahwa pembenahan gedung tidak akan optimal tanpa diiringi perbaikan arus informasi kepada pasien. Ia menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum memahami secara utuh prosedur dan kemudahan layanan, khususnya bagi pengguna BPJS Kesehatan.
“Sering kali informasi mengenai kemudahan maupun keunggulan layanan rumah sakit dan BPJS Kesehatan tidak tersampaikan kepada pasien. Ke depan, jika rumah sakit memiliki visi menghadirkan gedung poliklinik spesialis yang lebih baik, maka keterbukaan informasi kepada publik juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Suhardi menilai persepsi negatif terhadap kualitas pelayanan kerap muncul bukan karena pelayanan medisnya buruk, melainkan karena minimnya sosialisasi. Masukan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian insan pers untuk memastikan masyarakat memperoleh akses informasi kesehatan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami.
Keluhan Penumpukan Pasien Masuk Catatan DPRD
Forum konsultasi yang menghadirkan pemangku kepentingan dari legislatif hingga masyarakat ini juga menjadi saluran keluhan warga. Sekretaris Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Boby Jayanto, mengungkapkan bahwa laporan terkait pelayanan rumah sakit masih kerap diterimanya sebagai wakil rakyat.
Menurut dia, persoalan penumpukan pasien dan sejumlah kendala pelayanan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Peningkatan mutu layanan dinilai tidak bisa berhenti hanya pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh alur pelayanan di lapangan.
Usulan Nama Tokoh Melayu untuk Ruang Rawat
Selain persoalan teknis pelayanan, forum tersebut juga menerima usulan bernuansa kultural. Seorang peserta bernama Nazaruddin mengusulkan agar ruang-ruang di RSUD RAT menggunakan nama tokoh-tokoh Melayu sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya. Hal ini dinilai sejalan dengan nama besar Raja Ahmad Thabib yang melekat pada rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut.
Forum Konsultasi Publik ini menjadi ruang dialog antara manajemen rumah sakit, pemerintah, legislatif, insan pers, dan masyarakat. Tujuannya, menghimpun masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Raja Ahmad Thabib, baik dari sisi infrastruktur maupun tata kelola informasi publik.