NATUNA — Pengunjung yang beraktivitas di kawasan RTH Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kini tidak hanya disuguhkan pemandangan laut, tetapi juga imbauan keselamatan dan edukasi lingkungan melalui pengeras suara. Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Lingkungan Hidup mengaktifkan Sipiwang, akronim dari Sistem Informasi Pantai Piwang, sebagai kanal komunikasi publik di ruang terbuka tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Natuna, Harmidi, mengatakan perangkat Sipiwang ditempatkan di Posko Pantai Piwang dan didukung dua unit pengeras suara (toa). Sistem ini dioperasikan oleh petugas yang berjaga selama 24 jam, dengan satu petugas pada sif pagi hingga sore dan dua petugas pada sif malam hingga pagi.
Informasi Cuaca hingga Panggilan Anak Hilang Disiarkan Melalui Sipiwang
Materi yang disiarkan melalui rekaman suara tersebut beragam, mulai dari informasi kondisi cuaca terkini, program pemerintah daerah, hingga pemberitahuan penting mengenai anak yang terpisah dari orang tuanya maupun orang hilang. Imbauan keselamatan juga menjadi fokus utama, termasuk peringatan agar anak tidak mandi di laut tanpa pengawasan orang tua serta peringatan dini cuaca ekstrem.
"Informasi tersebut disampaikan melalui rekaman suara yang diputar menggunakan sistem pengeras suara sesuai jadwal yang telah diatur," ucap Harmidi di Natuna, Senin.
Edukasi Lingkungan dan Penguatan Nasionalisme di Ruang Publik
Selain aspek keselamatan, Sipiwang dimanfaatkan untuk menyampaikan materi edukasi lingkungan kepada masyarakat. Pesan-pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghemat penggunaan air bersih disisipkan dalam siaran berkala tersebut.
Penguatan rasa nasionalisme juga dilakukan dengan memutarkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional secara berkala. Hal ini dinilai penting karena RTH Pantai Piwang menjadi pusat berbagai aktivitas pemerintah daerah, komunitas, organisasi, maupun masyarakat setempat.
Pemilihan Pantai Piwang sebagai lokasi penyampaian informasi ini didasari oleh tingginya aktivitas warga di kawasan tersebut. Dengan adanya sistem informasi ini, pemerintah daerah berharap tercipta ruang publik yang aman, nyaman, dan bersih bagi seluruh pengunjung.