NATUNA — Orang tua di Kabupaten Natuna didorong untuk tidak sekadar melarang anak bermain gawai, melainkan mampu mendampingi dan mengatur waktu penggunaan perangkat digital secara bijak. Hal ini mengemuka dalam kegiatan edukasi yang digelar Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Natuna sebagai respons atas perbedaan zaman yang dihadapi anak-anak saat ini.
Kepala SPNF Natuna, Rika Mulyani, menyebut bahwa anak-anak kini tumbuh di tengah gempuran teknologi yang tidak pernah dialami generasi sebelumnya. Kehadiran gawai, laptop, dan permainan daring menuntut orang tua untuk memperbarui cara mendampingi buah hati mereka.
"Anak-anak sekarang tumbuh di zaman yang berbeda dengan kita. Dulu tidak ada gawai, laptop, permainan daring dan perangkat digital seperti sekarang. Karena itu, orang tua perlu melek teknologi agar dapat mendampingi dan membatasi penggunaan gawai secara bijak," kata Rika di Natuna, Sabtu.
Bukan Menggurui, Melainkan Wadah Belajar Bersama
Rika menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan untuk menggurui para wali murid. SPNF justru memosisikan diri sebagai ruang belajar bersama sekaligus pengingat agar ilmu pola asuh yang dimiliki orang tua selalu disesuaikan dengan perubahan zaman.
"Semua anak itu istimewa. Tidak ada anak yang bodoh atau kurang. Setiap anak memiliki kelebihan, tinggal bagaimana orang tua memberikan pendidikan, arahan dan pendampingan yang baik," ujar dia.
Kebiasaan Positif di Sekolah Diharapkan Berlanjut di Rumah
Dalam kesempatan itu, SPNF Natuna juga memperkenalkan kebiasaan positif yang diterapkan di satuan pendidikannya untuk membentuk karakter anak. Kebiasaan tersebut meliputi mencuci tangan sebelum makan, berdoa, berbagi dengan teman, hingga belajar mengucapkan kata "tolong" dan pembelajaran keagamaan.
Rika berharap kebiasaan sederhana tersebut tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan orang tua di rumah. Dengan begitu, pendidikan anak antara sekolah dan keluarga dapat berjalan seiring dan seirama.
"Kebiasaan yang dilakukan di sekolah diharapkan dapat dilanjutkan oleh orang tua di rumah sehingga pendidikan anak berjalan seiring dan seirama," katanya.
Orang Tua Dituntut Jadi Teladan, Bukan Pemberi Perintah
Menurut Rika, anak merupakan peniru yang baik. Oleh karena itu, efektivitas pendampingan orang tua sangat bergantung pada keteladanan yang ditunjukkan dalam keseharian, bukan sekadar perintah atau larangan.
Peran orang tua sebagai figur utama di rumah menjadi fondasi penting dalam memastikan teknologi digunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Pendampingan yang konsisten dinilai mampu meminimalkan dampak negatif dari derasnya arus informasi digital.