BINTAN — Rombongan dewan komisaris mengecek langsung kesiapan fasilitas, pengamanan objek vital nasional, hingga program pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau. Peninjauan berlangsung pada Rabu (5/8/2026) dan menjadi bagian dari fungsi pengawasan agar operasional serta distribusi energi berjalan lancar.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso didampingi Komisaris Bambang Suswantono, Wanti Waranei F Mamahit, Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia, serta Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya.
Terminal Berusia Hampir Satu Abad Layani 200 Kapal per Bulan
Integrated Terminal Tanjung Uban bukan terminal biasa. Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 247 hektare ini telah melayani distribusi energi selama hampir 100 tahun dan kini menjadi salah satu terminal tersibuk di Sumatera.
Sepanjang 2025, terminal ini melayani sekitar 2.900 pergerakan kapal, atau rata-rata lebih dari 200 kapal setiap bulannya. Kapasitas tangki penyimpanannya mencapai 401.000 kiloliter BBM dan 93.500 metrik ton LPG.
Dari sinilah BBM disalurkan ke sejumlah wilayah di pesisir timur Sumatera, terutama bagian utara dan sebagian selatan, serta hingga ke Kalimantan Barat.
Sinergi TNI AL untuk Pengamanan Objek Vital Nasional
Rombongan dewan komisaris juga mengunjungi Satuan Pendidikan (Satdik) 1 TNI Angkatan Laut Tanjung Uban. Diskusi dengan jajaran TNI AL difokuskan pada sinergi pengamanan objek vital nasional dan dukungan terhadap kelancaran distribusi energi.
"Integrated Terminal Tanjung Uban merupakan salah satu terminal yang sangat sibuk dan menjadi tulang punggung distribusi energi di Sumatera, serta turut mendukung penyaluran ke Kalimantan. Dengan aktivitas yang sangat tinggi, maka kesiapan fasilitas, keandalan operasional, serta pengamanan objek vital nasional harus terus dijaga agar distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar," ujar Kadek Ambara Jaya.
Program Kampung Bahari Si Pelaut di Batam
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan meninjau program community involvement and development (CID) bertajuk "Kampung Bahari Si Pelaut" di Batam. Program ini merupakan binaan Aviation Fuel Terminal Hang Nadim dan menjadi bagian dari agenda pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momen bagi manajemen untuk mendengarkan langsung berbagai tantangan operasional yang dihadapi pekerja di lapangan, termasuk memastikan kelancaran pasokan energi menjelang periode kebutuhan tinggi.