Pencarian

4 Proyek Pengendalian Banjir di Kepri Mulai Dikerjakan 2026, Satu Lokasi Jadi Jalur Lintasan Buaya

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:03:39 WIB
4 Proyek Pengendalian Banjir di Kepri Mulai Dikerjakan 2026, Satu Lokasi Jadi Jalur Lintasan Buaya
Normalisasi parit di Karimun dan pembangunan pintu air di Kundur menjadi bagian dari proyek pengendalian banjir Kepri 2026 untuk melindungi lahan pertanian warga.

TANJUNGPINANG — Empat proyek pengendalian banjir tahun 2026 ini tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga mengakomodasi isu ketahanan pangan dan keselamatan warga. Dinas PUPP Kepri menempatkan dua proyek di Kabupaten Karimun, yakni normalisasi parit Jalan Kemunting di Desa Tanjung Berlian Barat serta pembangunan pintu air di Dusun 4 Desa Sebesi, Kecamatan Kundur.

Dua proyek lainnya berada di Pulau Bintan, tepatnya di Kampung Purwodadi, Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, dan Kampung Kepodang II yang masuk wilayah administrasi Kota Tanjungpinang.

Dukungan untuk Ketahanan Pangan

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPP Kepri, Dona Astriana, menjelaskan bahwa normalisasi parit di Karimun bukan sekadar mengatasi genangan. Proyek ini juga dirancang untuk melindungi lahan pertanian warga dari kerusakan akibat luapan air.

“Pembangunan di dua lokasi ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lahan pertanian, sehingga tidak mengganggu produksi pertanian atau perkebunan masyarakat,” ungkap Dona, Rabu (5/8/2026).

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mewujudkan Asta Cita Presiden RI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan saluran yang normal, risiko gagal panen akibat banjir di lahan perkebunan warga bisa ditekan.

Perbaikan Kanal di Bintan Timur

Di Kampung Purwodadi, Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, pekerjaan difokuskan pada pembangunan kanal banjir di sisi kiri dan kanan sungai. Pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi, serta perbaikan saluran yang patah menjadi prioritas utama.

Dona menyebut, kawasan ini sempat terendam banjir pada 2021. Selain merendam pemukiman, air yang naik juga merusak tanaman di lahan perkebunan milik warga setempat. Perbaikan ini diharapkan mencegah terulangnya kerugian serupa.

Mengantisipasi Banjir dan Serangan Buaya

Proyek di Kampung Kepodang II, Kota Tanjungpinang, dinilai paling mendesak karena berkaitan langsung dengan keamanan warga. Banjir yang terjadi sejak akhir 2020 lalu telah merendam 60 rumah, dan empat di antaranya mengalami rusak parah dengan genangan mencapai setinggi dada orang dewasa.

Kerusakan struktur paling parah terlihat di bagian belakang rumah. Tanah tergerus, pagar pengaman rusak, dan struktur bagian bawahnya patah. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan sungai di belakang Perumahan Anggrek Pinang yang merupakan jalur lintasan buaya.

“Sungai di belakang Perumahan Anggrek Pinang itu adalah jalur lintasan buaya,” pungkas Dona.

Untuk menangani kerusakan dan mencegah masuknya reptil ke pemukiman, Dinas PUPP Kepri membangun batu miring sepanjang 70 meter di sempadan sungai. Dinding penahan ini diharapkan mampu mengamankan tebing dari erosi sekaligus menghalau pergerakan satwa liar menuju rumah warga.

Target dan Harapan ke Depan

Pemerintah Provinsi Kepri berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar dan dituntaskan hingga beberapa tahun ke depan. Dukungan dari warga yang berada di sekitar lokasi proyek dinilai penting untuk kelancaran pembangunan.

“Kami berharap pekerjaan ini dapat dituntaskan hingga beberapa tahun ke depan. Namun kami berharap dukungan moril sehingga dapat mengurangi dampak materil masyarakat,” tutup Dona.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: alurnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks