Pencarian

Diskominfo Batam Pantau 48 CCTV di 24 Titik Fasilitas Publik Selama 24 Jam untuk Respons Darurat

Selasa, 11 Agustus 2026 • 09:59:32 WIB
Diskominfo Batam Pantau 48 CCTV di 24 Titik Fasilitas Publik Selama 24 Jam untuk Respons Darurat
Petugas memantau 48 kamera pengawas di 24 titik fasilitas publik Batam dari ruang kontrol terpadu selama 24 jam.

BATAM — Sebanyak 48 kamera pengawas yang tersebar di 24 titik fasilitas publik di Kota Batam kini diawasi langsung dari satu ruang kontrol terpadu. Seluruh pantauan berlangsung nonstop selama 24 jam dari Gedung Pemko Batam.

Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan pemantauan terpusat ini menjadi "mata" tambahan bagi pemerintah dalam membaca situasi di lapangan secara real-time. Informasi yang terekam kamera diharapkan memangkas waktu respons ketika terjadi insiden di lokasi publik.

Usulan Penambahan Kamera Masuk dari Dua Kecamatan

Sepanjang tahun 2026, Diskominfo Batam tercatat menerima sekitar 10 usulan penambahan titik kamera baru. Usulan tersebut datang dari masyarakat dan pemerintah kecamatan, dengan dua lokasi prioritas berada di Nongsa dan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk.

Kedua wilayah itu dinilai rawan terhadap aksi pencurian dan tingginya potensi kecelakaan lalu lintas. Namun, realisasi penambahan kamera belum bisa dilakukan tahun ini karena fokus anggaran daerah masih diarahkan untuk perawatan.

Anggaran 2026: Fokus Pemeliharaan, Bukan Ekspansi

Pemkot Batam memilih untuk mengoptimalkan jaringan yang sudah ada ketimbang menambah titik baru secara agresif. Rudi menegaskan prioritas saat ini adalah memastikan seluruh perangkat yang terpasang berfungsi maksimal dan jaringannya stabil.

"Kita masih fokus pada pemeliharaan dan optimalisasi CCTV yang ada. Penambahan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran," ujar Rudi saat dikonfirmasi di Batam, Senin.

Berapa Biaya Satu Titik CCTV Baru?

Setiap penambahan satu titik kamera lengkap membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Diperkirakan biaya yang harus disiapkan untuk satu lokasi mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta.

Dengan skema pembiayaan tersebut, pengembangan jaringan pengawas akan berjalan bertahap dan mengacu pada skala prioritas daerah. Rudi menyebutkan, rencana penambahan delapan lokasi CCTV baru—termasuk ruas jalan kota—baru akan dieksekusi pada 2027.

Keberadaan kamera pemantau ini dinilai krusial, tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga sebagai alat bukti dan sumber informasi cepat bagi aparat saat terjadi kejadian darurat di kawasan publik.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks