Pencarian

Gubernur Kepri Ansar Ahmad Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026, Kedapatan Punya Satu Usaha UMKM

Selasa, 11 Agustus 2026 • 12:49:31 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026, Kedapatan Punya Satu Usaha UMKM
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima petugas Sensus Ekonomi 2026 di rumah dinasnya di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau di Jalan Peralatan, Kilometer 7, Tanjungpinang, kedatangan tamu tak biasa pada pekan ketiga Juni 2026. Sekelompok orang berseragam rompi hitam yang ternyata petugas Sensus Ekonomi 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) datang untuk melakukan pendataan langsung kepada orang nomor satu di Pemprov Kepri itu.

Ansar yang saat itu mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam, keluar menyambut kedatangan petugas bersama istri, Dewi Kumalasari. Suasana hangat langsung terasa ketika sang gubernur mempersilakan petugas masuk ke ruang tamu dan menjamu mereka dengan hidangan mi lendir khas Tanjungpinang.

"Silakan dimakan dulu. Pasti belum pada sarapan," ujar Ansar kepada petugas sensus.

Hanya Punya Satu Unit Usaha Kedai Kopi

Proses wawancara berjalan sekitar beberapa saat. Petugas mengajukan pertanyaan mulai dari silsilah keluarga, aktivitas usaha, hingga pendapatan dan aset rumah tangga. Ansar menjawab ia memiliki seorang istri dan dua orang anak.

Saat ditanya soal kepemilikan usaha, mantan Bupati Bintan itu mengaku tidak memiliki banyak bisnis. "Saya hanya memiliki satu unit usaha skala UMKM, yaitu kedai kopi di Kota Tanjungpinang yang beroperasi sejak 2017," katanya menjawab pertanyaan petugas.

Penetapan Ansar sebagai responden perdana menandakan Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali, dari pejabat negara, kepala daerah, tokoh masyarakat, sampai warga biasa.

1.589 Petugas Dikerahkan, Target 197 Ribu Unit Usaha

Sensus Ekonomi 2026 secara nasional berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Di Kepulauan Riau, BPS mengerahkan 1.589 petugas yang disebar ke tujuh kabupaten/kota dengan sasaran pendataan 197 ribu unit usaha, ditambah seluruh rumah tangga.

Pendataan tidak hanya menyasar bangunan khusus usaha, tetapi juga pelaku usaha rumahan, pedagang keliling, hingga kreator konten digital di platform seperti TikTok yang menghasilkan pendapatan. Hingga 31 Juli 2026, realisasi sensus di Kepri telah mencapai 75 persen dari target 100 persen.

Bagaimana BPS Menjamin Keamanan Data Responden?

Kerahasiaan data menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan sensus kali ini. BPS menerapkan prinsip TIR—terima petugas, isi jawaban dengan benar, dan rahasia—untuk melindungi data responden dari kebocoran.

Seluruh petugas mendata melalui aplikasi Survei dan Sensus (FASIH). Data yang diinput tidak bisa dilihat maupun diunduh oleh petugas karena otomatis terkirim secara real time ke pusat data atau Big Data BPS RI. Petugas juga dilarang keras memberikan data individu responden kepada pihak lain.

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan Tersendiri

Kondisi geografis Kepri yang terdiri dari ribuan pulau menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas sensus dalam menjangkau lokasi-lokasi terpencil. Meski begitu, capaian 75 persen hingga akhir Juli dinilai relatif tinggi berkat penerimaan positif masyarakat terhadap kedatangan petugas.

Ansar mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap. Data yang akurat, kata dia, sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan dan kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kepri ke depan.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks