KEPULAUAN RIAU — Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di laut memaksa ribuan keluarga di Kabupaten Nagekeo mengungsi ke dataran tinggi. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun hingga Minggu (16/8) mencatat total pengungsi mencapai 5.000 jiwa, tersebar di sejumlah titik pengungsian darurat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyatakan gempa dangkal tersebut tidak hanya memicu kepanikan massal, tetapi juga merusak puluhan rumah warga. "Tim gabungan masih terus melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan skala kerusakan dan kebutuhan mendesak para pengungsi," ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.
Warga Mengungsi ke Perbukitan dan Rumah Kerabat
Sebagian besar warga memilih bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman kantor desa dan area terbuka yang jauh dari bibir pantai. Kekhawatiran akan terjadinya gelombang susulan dan tanah longsor menjadi alasan utama mereka enggan kembali ke rumah.
Di Kecamatan Boawae, warga berbondong-bondong menuju rumah kerabat yang berada di perbukitan. Getaran kuat yang berlangsung beberapa detik membuat banyak keluarga trauma dan memilih tidur di luar rumah meski gempa susulan sudah mulai meluruh.
Logistik dan Kebutuhan Mendesak Pengungsi
BNPB bersama BPBD NTT dan TNI-Polri telah mendistribusikan bantuan awal berupa makanan siap saji, air bersih, serta terpal untuk tempat berteduh. Namun, kebutuhan akan layanan kesehatan darurat dan obat-obatan menjadi perhatian utama tim medis di lokasi pengungsian.
Pasokan listrik di sejumlah desa sempat terputus akibat jaringan yang rusak tertimpa pohon. Petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah berupaya memulihkan aliran listrik secara bertahap demi mempermudah koordinasi dan aktivitas dapur umum.
Potensi Kerusakan Infrastruktur dan Rumah Ibadah
Data sementara dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan gempa ini berpotensi menimbulkan kerusakan sedang hingga berat pada bangunan yang tidak dirancang tahan gempa. Tim verifikasi masih mendata jumlah pastinya, termasuk kerusakan pada fasilitas publik seperti sekolah dan rumah ibadah.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan yang berkekuatan lebih kecil. BNPB memastikan status tanggap darurat di tingkat kabupaten akan segera ditetapkan untuk mempercepat akses bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat.