Pencarian

Pemkab Natuna Siapkan 38.500 Bibit Kelapa Unggul Gratis untuk 497 Petani di Enam Kecamatan, Lengkap dengan Pupuk dan Upah Tanam

Rabu, 19 Agustus 2026 • 14:56:38 WIB
Pemkab Natuna Siapkan 38.500 Bibit Kelapa Unggul Gratis untuk 497 Petani di Enam Kecamatan, Lengkap dengan Pupuk dan Upah Tanam
Pemkab Natuna menyiapkan 38.500 bibit kelapa unggul bersertifikat untuk 497 petani di enam kecamatan.

NATUNA — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna memastikan program bantuan kelapa unggul tahun ini tidak berhenti pada pembagian bibit saja. Para petani akan didampingi hingga tahap penanaman agar lahan yang dikelola benar-benar produktif dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala DKPP Natuna, Wan Syazali, mengungkapkan bahwa sosialisasi teknis budidaya akan digelar pada Jumat, 22 Agustus 2026, di Gedung Sriserindit, Ranai. Kegiatan tersebut dijadwalkan dibuka langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan.

Bibit Bersertifikat dan Berusia Enam Bulan

Ribuan bibit yang disiapkan merupakan varietas unggul lokal bersertifikat dari Kementerian Pertanian. Sebelum disalurkan, bibit yang saat ini berusia sekitar enam bulan itu akan kembali diperiksa untuk memastikan kualitasnya sesuai standar.

“Bibit gratis, pupuk gratis, serta operasional upah nanam juga diberikan,” ujar Wan Syazali di Kantor Bupati Natuna, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pendampingan Teknis dari Ahli Medan

Agar bantuan tidak menjadi kegiatan seremonial belaka, pemerintah menghadirkan tiga narasumber dari Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan. Para ahli ini akan memberikan materi mengenai tata cara penanaman hingga perawatan tanaman kelapa kepada petani.

Wan Syazali menegaskan bahwa aspek pengetahuan menjadi kunci keberhasilan program. Pemerintah ingin memastikan setiap petani memahami teknik budidaya yang benar sehingga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Penanaman Serentak Dimulai Oktober 2026

Setelah sosialisasi selesai, penanaman dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Setiap petani diberikan batas maksimal pengelolaan lahan seluas dua hektare untuk memastikan perawatan tanaman berjalan maksimal.

Program ini merupakan investasi jangka panjang bagi Natuna. Kelapa membutuhkan waktu sebelum menghasilkan buah, sehingga pemerintah berharap dukungan penuh dari hulu ke hilir—mulai dari bibit, pupuk, biaya tanam, hingga pendampingan teknis—mampu mengurangi beban petani dalam mengembangkan lahannya.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang tersalurkan, tetapi juga dari tumbuh sehatnya tanaman dan meningkatnya kesejahteraan keluarga petani di kemudian hari.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: acikepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks