TANJUNGPINANG — Satuan Tugas (Satgas) MBG Kepulauan Riau mendata 160 pelaku usaha lokal yang terlibat sebagai pemasok bahan pangan program Makan Bergizi Gratis. Data tersebut dihimpun dalam dua pekan terakhir dan mencakup berbagai bentuk badan usaha.
Rinciannya, 39 di antaranya adalah UMKM, 35 PT, 27 CV, 26 koperasi, 22 UD, dan 11 pelaku usaha dengan bentuk lain. Sekretaris Satgas MBG Kepri yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, menyebut pembaruan data ini tengah didorong secara by name dan by address.
Mencegah Data Ganda dan Memperkuat Rantai Pasok
“Langkah ini diperlukan untuk mencegah data ganda sekaligus mempermudah klasifikasi pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok program MBG di Kepri,” jelas Rika, Selasa (25/8/2026).
Keterlibatan pelaku usaha lokal ini berjalan beriringan dengan penyerapan tenaga kerja di daerah. Dapur-dapur SPPG se-Kepri kini mempekerjakan sekitar 10.105 orang, mencakup petugas keamanan, tenaga kebersihan, pencuci peralatan makan, pengemudi, hingga tenaga pendukung lainnya.
Perempuan Dominasi Lapangan Kerja di Dapur SPPG
Perempuan mendominasi angkatan kerja di dapur SPPG dengan porsi 55,34 persen. Hal ini menunjukkan program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di sisi lain, Satgas MBG Kepri juga memperketat aspek keamanan pangan lewat percepatan pemenuhan Sertifikat Higiene dan Sanitasi (SHS) di seluruh dapur SPPG.
181 Dapur SPPG di Kepri Sudah Bersertifikat Higiene
Hingga pekan ini, 181 dari 240 SPPG aglomerasi atau 75,42 persen sudah bersertifikat SHS. Lingga mencatat capaian tertinggi dengan seluruh SPPG-nya sudah bersertifikat, disusul Karimun sebesar 96,77 persen, Batam 74,31 persen, Bintan 68,42 persen, sementara Tanjungpinang dan Natuna sama-sama di angka 58,33 persen.
Rika melanjutkan, lambatnya tindak lanjut perbaikan dapur menjadi kendala utama pemenuhan SHS. “Karena itu, percepatan pemenuhan SHS dinilai penting untuk memastikan setiap dapur SPPG memenuhi standar higiene dan sanitasi sebelum maupun selama menjalankan pelayanan,” katanya.