KEPULAUAN RIAU — Sistem surround yang sudah lama terpasang sering tidak lagi menghasilkan suara optimal karena posisi speaker dan kondisi ruangan berubah. Penyesuaian sederhana pada akustik ruangan, penempatan speaker, dan pengaturan receiver bisa memperbaiki kualitas audio secara signifikan. Simak panduan praktisnya sebelum Anda memutuskan membeli perangkat baru.
Banyak pemilik sistem home theater memasang speaker begitu saja di tempat yang muat, lalu membiarkannya bertahun-tahun tanpa penyesuaian. Padahal, kualitas suara surround tidak hanya ditentukan oleh perangkat, tetapi juga oleh akustik ruangan dan cara speaker diarahkan. Sebelum mengeluarkan uang untuk perangkat baru, ada sejumlah perbaikan murah yang bisa dicoba lebih dulu.
Mulai dari Akustik Ruangan
Permukaan keras seperti dinding kosong, lantai keramik, dan jendela besar memantulkan gelombang suara. Pantulan ini menciptakan gema dan suara yang keruh, sehingga dialog film dan efek suara jadi sulit terdengar jelas.
Anthony Grimani, Presiden Performance Media Industries yang pernah menjadi sound engineer di Dolby Laboratories dan Lucasfilm THX, menyebut lebih dari separuh suara yang Anda dengar di ruangan biasa merupakan pantulan dari permukaan keras seperti plafon, dinding, dan lantai.
Solusinya tidak harus panel busa akustik yang mengubah total ruang keluarga. Karpet, gorden, lukisan, dan foto berbingkai sudah cukup membantu meredam pantulan. Mulailah berbenah.
Cara Benar Menempatkan Speaker
Posisi dan arah speaker sama pentingnya. Speaker kiri dan kanan depan sebaiknya berjarak sekitar 30 cm dari dinding samping dan belakang. Jarak antar keduanya idealnya sama dengan jarak speaker ke posisi duduk utama.
Arahkan kedua speaker ke kursi utama. Speaker center ditempatkan tepat di atas atau bawah TV, sejajar titik tengah layar, karena speaker ini menyalurkan sebagian besar dialog film. Pastikan arahnya setinggi telinga pendengar.
Untuk sistem 5.1, speaker surround diletakkan di sisi area duduk dan diarahkan ke kursi utama, idealnya setinggi atau sedikit di atas telinga. Pada sistem 7.1, speaker belakang ditempatkan di belakang posisi duduk. Menaruh speaker sembarangan akan merusak semua upaya perbaikan suara.
Di Mana Subwoofer Sebaiknya Diletakkan?
Penempatan subwoofer memberi dampak besar pada kualitas bass. Subwoofer bersifat omnidirectional, sehingga arah hadapnya tidak terlalu berpengaruh dibanding posisinya di ruangan.
Subwoofer berjenis ported tidak boleh terhimpit atau menempel dinding karena ventilasinya butuh ruang. Tidak ada patokan universal untuk subwoofer lain, sebab material dinding, ukuran ruangan, dan furnitur tiap rumah berbeda dan memengaruhi perilaku frekuensi bass.
Cobalah menempatkan subwoofer di dua atau tiga titik berbeda, lalu dengarkan perbedaannya.
Pengaturan Receiver Sering Terlewat
Kalibrasi jadi langkah yang paling sering dilewati karena dianggap rumit. Padahal, receiver AV modern umumnya sudah dilengkapi perangkat lunak kalibrasi otomatis. Sistem dari merek seperti Yamaha atau Pioneer mengirim test tone ke setiap speaker, mengukur akustik ruangan, lalu menerapkan filter koreksi secara otomatis.
Jika ingin lebih teliti, kalibrasi manual bisa dilakukan memakai aplikasi sound level meter di ponsel atau alat ukur eksternal. Kalibrasi tetap diperlukan karena pengaturan bawaan pabrik tidak memperhitungkan kondisi ruangan masing-masing pengguna.
Satu hal yang wajib dicek: buka menu audio decoding di setiap sumber yang terhubung dan pastikan output-nya benar-benar format surround seperti Dolby Digital, Dolby Atmos, atau DTS, bukan stereo biasa.
Menata Ulang Furnitur
Memindahkan furnitur juga bisa memberi dampak besar. Jika ruangan cukup lega, coba geser sofa maju atau mundur sekitar 30-60 cm dari posisi semula. Perubahan jarak duduk terhadap speaker sering mengubah keseimbangan suara secara nyata.
Perbaikan-perbaikan di atas cocok untuk pemilik sistem 5.1 maupun konfigurasi yang lebih kompleks, dan tidak memerlukan perangkat tambahan. Bagi yang baru pertama kali menata home theater, mulailah dari akustik ruangan dan kalibrasi receiver sebelum berinvestasi pada speaker atau amplifier baru.