Kendalikan Inflasi di Tanjungpinang, Pemprov Kepri Gelar Pangan Murah: Beras SPHP Cuma Rp58 Ribu

Penulis: Redaksi  •  Senin, 09 Februari 2026 | 22:20:07 WIB

TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi daerah. Peluncuran ini dipusatkan di Lapangan Terminal Sei Carang, Tanjungpinang, Senin (9/2/2026) pagi.

Acara diawali dengan Penandatanganan Komitmen Bersama oleh para pemangku kepentingan guna meningkatkan produksi serta menjamin stabilisasi pasokan dan harga pangan di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa GPM merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

"GPM ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kehadiran negara untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga pangan nasional," ujar Gubernur Ansar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas Nita Yulianis, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Ronny Widijarto, serta jajaran Forkopimda dan kepala OPD terkait.

Perbandingan Harga Komoditas di GPM

Dalam pelaksanaan di lapangan, masyarakat dapat menikmati harga pangan yang signifikan lebih murah dibandingkan harga pasar. Berikut adalah daftar harga beberapa kebutuhan pokok di lokasi GPM:

KomoditasSatuanHarga GPM
Beras SPHP (Bulog)Per 5 KgRp58.000
Beras PremiumPer 5 KgRp70.000
Minyak KitaPer LiterRp14.000
Telur AyamPer PapanRp50.000

Gubernur Ansar memaparkan bahwa komitmen pelayanan ini akan terus berlanjut sepanjang tahun. Jika pada tahun 2025 Pemprov Kepri berhasil melaksanakan 79 kali GPM, maka pada tahun 2026 ditargetkan sebanyak 69 kali pelaksanaan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Gubernur juga mengajak organisasi kemasyarakatan dan profesi untuk aktif berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan serupa, khususnya menjelang hari besar keagamaan guna mencegah spekulasi harga.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Siti Rahma (42), salah seorang warga Tanjungpinang, mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang ditawarkan. "Harga beras dan minyak di sini jauh lebih terjangkau. Sebagai ibu rumah tangga, ini sangat meringankan beban belanja mingguan kami," tuturnya.

Reporter: Redaksi
Back to top