TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, memaknai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sebagai momentum krusial untuk memperkuat stabilitas dan kemajuan daerah. Dalam peringatan yang menandai dimulainya Tahun Kuda Api 2026 ini, Ansar menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama di Kepri merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Provinsi Kepulauan Riau secara konsisten diakui secara nasional sebagai wilayah dengan tingkat moderasi dan toleransi terbaik, sebuah prestasi yang menurut Gubernur harus terus dijaga sebagai jati diri daerah.
Gubernur Ansar memaparkan bahwa heterogenitas penduduk Kepri adalah kekuatan unik. Dari total 2,18 juta penduduk yang tersebar di 394 pulau berpenghuni, komposisi etnis yang beragam hidup berdampingan secara harmonis.
Komposisi Etnis Masyarakat Kepulauan Riau:
| Suku / Etnis | Persentase Populasi |
|---|---|
| Melayu | 29,97% |
| Jawa | 22,70% |
| Batak | 12,43% |
| Minang | 9,71% |
| Tionghoa | 7,70% |
| Lainnya (Sunda, Bugis, dsb) | Sisanya |
"Boleh berbeda suku, agama, dan budaya, tetapi kita dipayungi oleh Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan ini adalah kekuatan Kepri untuk terus membangun daerah di masa depan," ujar Gubernur Ansar Ahmad, Selasa (17/2/2026).
Senada dengan semangat pembangunan daerah, Ketua PSMTI Tanjungpinang-Bintan, Djony Janto, menjelaskan bahwa dalam astrologi Tionghoa, Tahun Kuda Api 2026 melambangkan periode yang sangat dinamis.
Tahun ini diidentikkan dengan:
Energi Tinggi: Semangat untuk bekerja lebih keras.
Gairah (Passion): Antusiasme dalam inovasi dan kreativitas.
Transformasi Cepat: Kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman yang akseleratif.
"Semoga Tahun Kuda Api membawa keberuntungan dan kerukunan yang senantiasa membawa kemajuan bagi masyarakat Kepri dan Indonesia secara luas," tutur Djony.