BATAM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengumumkan langsung program ini saat berkunjung ke SMA Negeri 1 Batam. Ia menegaskan bantuan diprioritaskan untuk sekolah di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan bangunan yang sudah tidak layak.
"Kami ingin menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Kami prioritaskan di daerah 3T seperti di Kepri dan juga sekolah yang kondisinya sudah rusak," kata Abdul Mu'ti dalam sambutannya.
Beberapa sekolah yang sudah dipastikan masuk daftar penerima antara lain SMA Negeri 1 Batam, SMA Negeri 2 Batam, SMA Negeri 19 Batam, SD Negeri 001 Sei Beduk, SMP Kristen Citra Bahtera Hayat, dan TK Pembina III Batam. Menteri juga sempat meninjau langsung SD Negeri 001 Kota Batam yang awalnya hanya dijadwalkan direhabilitasi.
"SD 001 Kota Batam yang tadi kami kunjungi awalnya hanya rehab. Nanti akan kami alokasikan untuk penambahan ruang kelas baru," ujar Abdul Mu'ti. Selain revitalisasi, kunjungannya juga memantau pelaksanaan Program Indonesia Digital (PID) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu penerima manfaat terbesar adalah SMA Negeri 1 Batam. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah Hanafi mengungkapkan, sekolahnya saat ini menampung 1.852 siswa yang terbagi dalam 42 rombongan belajar. Keterbatasan 30 ruang kelas memaksa mereka menerapkan sistem belajar dua shift.
"Sekarang kami memiliki 30 ruang kelas dan masih dua shift pembelajaran. Melalui revitalisasi nanti akan ada pembangunan tiga ruang kelas baru dan rehabilitasi dua ruangan, sehingga pada 2026-2027 akan hanya ada satu shift pembelajaran," jelas Hanafi.
Ia menambahkan, bantuan ini sangat krusial untuk meningkatkan kualitas lulusan. "Bantuan ini sangat bermanfaat agar sarana dan prasarana semakin mencukupi dan bisa meningkatkan kualitas lulusan. Harapannya dapat melahirkan pemimpin yang cerdas dan berkarakter," katanya.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyambut baik program ini. Ia berharap revitalisasi bisa menjadi solusi jangka panjang untuk masalah infrastruktur pendidikan di daerah.
"Program revitalisasi ini diharapkan membuat semua satuan pendidikan menjadi sekolah yang aman dan nyaman serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai agar masyarakat bisa belajar dengan baik," ujar Nyanyang.
Program ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Kepri, terutama untuk sekolah-sekolah yang selama ini berjuang dengan keterbatasan ruang kelas dan bangunan rusak. Pemerintah menargetkan seluruh proses revitalisasi rampung pada tahun anggaran 2026.