Pencarian

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra Peringatkan Pejabat Tak Tegak Lurus: Dosa-dosanya Akan Dibuka

Sabtu, 23 Mei 2026 • 20:17:01 WIB
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra Peringatkan Pejabat Tak Tegak Lurus: Dosa-dosanya Akan Dibuka
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra tegaskan komitmen pembenahan birokrasi dalam peresmian Danus Tower.

BATAM — Peringatan itu disampaikan Li Claudia saat menghadiri peresmian kantor pusat baru Bank Dana Nusantara (Danus Tower) di Batam Centre, Senin (18/05/2026). Di hadapan para pengusaha dan pejabat, ia menegaskan komitmennya untuk membereskan birokrasi yang dinilai masih menyimpan banyak persoalan warisan masa lalu.

Ancaman Langsung untuk Pejabat yang Membangkang

“Beri kami waktu satu tahun di kepemimpinan kami. Di internal pun banyak yang kita beresin. Coba bapak tanya Pak Sekda, Pak Alex, saya selalu ngomong: kalau kalian tidak bisa tegak lurus, saya laporin kalian lho, saya tahu dosa-dosa kalian,” tegas Li Claudia dalam pidatonya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa dirinya bersama Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, tengah fokus pada pembenahan mendasar. Mulai dari pelayanan publik, iklim investasi, hingga penataan internal birokrasi yang disebutnya masih menjadi pekerjaan rumah dari kepemimpinan sebelumnya.

Ledakan Jumlah Pendatang dan Tekanan pada APBD

Selain soal birokrasi, Li Claudia juga menyoroti persoalan kependudukan yang kian kompleks. Ia mengungkapkan bahwa setelah dirinya dilantik pada Februari 2025, jumlah warga yang mengurus KTP Batam melonjak drastis.

“Dulu satu hari sekitar 159 orang buat KTP. Enam bulan kemudian bisa sampai 300 orang sehari. Kalau rata-rata 200 orang sehari, sebulan bisa 4.000 orang,” ujarnya.

Menurut Li Claudia, lonjakan ini menjadi masalah serius karena berdampak langsung pada kemampuan APBD. Saat ini, jumlah warga yang tercatat di Disdukcapil sekitar 1,4 juta jiwa, namun diperkirakan masih ada satu juta orang lainnya yang tinggal dan bekerja di Batam tetapi belum ber-KTP Batam.

“Kalau semua orang menjadi warga Batam, APBD kita tidak kuat,” katanya.

Ritme Kerja 16 Jam Sehari dan Tantangan Memimpin Batam

Untuk memastikan pembenahan berjalan maksimal, Li Claudia mengaku bekerja hampir tanpa hari libur. Ia menyebut ritme kerjanya bisa mencapai 16 jam sehari.

“Kapan pun bapak ibu ada masalah perizinan atau apa di BP Batam maupun Pemko, temui saya. Saya dari Senin sampai Minggu tetap kerja. Saya masuk kerja dari jam 08.00 pagi sampai rata-rata jam 12 malam ada di BP,” ujarnya.

Ia mengakui memimpin Batam bukan pekerjaan mudah. Wilayah ini memiliki kompleksitas tinggi karena mengelola sektor darat, laut, dan udara sekaligus. “Batam ini tidak mudah. Ada laut, udara, dan darat yang semuanya harus dijaga,” katanya.

Li Claudia meminta masyarakat memberi kesempatan kepada kepemimpinannya bersama Amsakar Achmad untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang merupakan warisan dari pemimpin sebelumnya. “Kami sekarang sedang menyelesaikan PR-PR pemimpin terdahulu dan membangun fondasi yang kuat untuk Batam ke depan,” ujarnya.

Pendataan Baru untuk Pekerja Non-KTP Batam

Pemko Batam dan BP Batam tengah menyiapkan sistem pendataan baru bagi pekerja non-KTP Batam. Langkah ini diambil agar arus penduduk dapat lebih terkontrol tanpa mengganggu kebutuhan dunia usaha dan industri di kota tersebut.

Li Claudia menambahkan, stabilitas keamanan dan kepastian regulasi menjadi faktor utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Batam yang saat ini menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. “Pesan saya, kita harus jaga kekompakan dan keamanan. Percayalah sama pemimpin kalian, kami bekerja on the track,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: batamnow.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks