SDN 009 Bandarsyah Natuna Buka SPMB 2026, Zonasi Air Raya Jadi Prioritas Utama Penerimaan Siswa

Penulis: Maruli Sinaga  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 13:07:01 WIB
SDN 009 Bandarsyah Natuna resmi membuka penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi Air Raya sebagai prioritas utama.

NATUNA — Kebijakan zonasi menjadi kunci utama dalam penerimaan siswa baru di SDN 009 Bandarsyah tahun ini. Kepala sekolah, Yudiman, M.Si., menegaskan bahwa pihaknya hanya akan menerima calon peserta didik yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah.

“Kami menerima sesuai zonasi, karena kami memprioritaskan anak-anak yang tinggal di daerah sini,” ujarnya kepada Koran Perbatasan di ruang majelis guru, Selasa (19/5/2026).

Hanya Satu Rombel, Tanpa Target Kaku

Meski hanya menyediakan satu rombongan belajar (rombel) untuk tahun ajaran baru, Yudiman menyebut pihak sekolah tidak memasang target jumlah siswa secara kaku. “Kami tidak menargetkan yang jelas sesuai dengan daerahnya. Berapapun kami terima,” katanya.

Keterbatasan kapasitas kelas tidak menyurutkan semangat sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. SDN 009 Bandarsyah terus berupaya agar mampu bersaing dengan sekolah lain di Kabupaten Natuna.

Voli Jadi Andalan, Hafiz Juga Menonjol

Di luar akademik, sekolah ini memiliki keunggulan di bidang olahraga, khususnya bola voli. Menurut Yudiman, setiap kali mengikuti turnamen di luar daerah, siswa-siswinya hampir selalu pulang membawa kemenangan.

“Kalau luar akademik yang menonjol itu olahraga, terutama voli. Setiap kali ikut turnamen di luar, alhamdulillah anak-anak selalu menang dan terus meraih juara,” ungkapnya bangga.

Prestasi juga diraih di bidang keagamaan. SDN 009 Bandarsyah berhasil meraih Juara 2 lomba hafiz tingkat sekolah yang digelar di Madinatun Najah, Binjai. Kegiatan Pramuka pun mulai digalakkan sebagai ekstrakurikuler wajib dan mendapat sambutan antusias dari siswa.

Harapan agar Tak Ada Anak Putus Sekolah

Yudiman berharap anak-anak di wilayah Natuna, khususnya Air Raya, dapat terus berprestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa mengalami putus sekolah. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak.

“Kami sebagai guru hanya mendampingi beberapa jam di sekolah. Selebihnya anak-anak berada di rumah bersama orang tua. Jadi harus ada kerja sama yang baik antara orang tua dan guru demi meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita,” pungkasnya.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: koranperbatasan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top