KARIMUN — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau memilih Karimun sebagai lokasi kickoff Gerakan Nasional Migran Aman. Wilayah perbatasan ini dinilai rawan menjadi pintu keluar masuk pekerja migran ilegal.
Kepala BP3MI Kepri, Imam Riyadi, mengatakan pemerintah menargetkan 500 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) diberangkatkan secara prosedural pada 2026. Khusus untuk Kepri, angka yang dibidik mencapai 3 ribu orang.
Hingga April 2026, realisasi pemberangkatan PMI asal Kepri sudah mencapai 1.327 orang. Artinya, dalam empat bulan pertama tahun ini, capaian sudah mendekati setengah dari target tahunan.
“Karimun dan Kepri dipilih sebagai lokasi kickoff karena wilayah perbatasan dinilai rawan menjadi jalur keluar masuk pekerja migran ilegal,” ucap Imam Riyadi dalam acara peluncuran, belum lama ini.
Letak geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura membuat kawasan ini rawan penyelundupan manusia. Banyak calon pekerja migran yang nekat berangkat tanpa dokumen resmi melalui jalur tikus.
Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru, Leni Marliani, menekankan pentingnya membangun ekosistem migrasi legal. Menurutnya, daerah perbatasan harus mendapat perlakuan khusus agar warganya tidak tergiur bekerja secara ilegal.
“Migrasi aman bukan hanya soal perlindungan hukum, tetapi juga menjaga martabat pekerja migran tidak menyalahi aturan yang berlaku,” kata Leni.
Program ini diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya menekan angka pekerja migran ilegal yang kerap menjadi korban penipuan, perdagangan orang, hingga kekerasan di luar negeri.
Pemerintah berharap, dengan adanya gerakan ini, calon PMI lebih sadar akan pentingnya prosedur resmi. Mulai dari pengurusan dokumen, pelatihan keterampilan, hingga perlindungan selama bekerja di luar negeri.
Bagi warga Kepri yang ingin bekerja ke luar negeri, BP3MI menyediakan layanan konsultasi dan informasi di kantor perwakilan di setiap kabupaten/kota. Masyarakat juga bisa mengakses pusat informasi migran aman yang tersebar di beberapa titik perbatasan.