NATUNA — Wakil Bupati Natuna Jarmin mengungkapkan proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat kini tinggal menunggu hasil lelang. Anggaran sebesar Rp 215 miliar telah disiapkan pemerintah pusat untuk konstruksi bangunan dan seluruh fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.
“Pembangunan saat ini masih dalam tahap lelang, dan kita tinggal menunggu kapan proses pembangunan dimulai,” ucap dia di Natuna, Senin.
Lahan yang akan digunakan untuk proyek ini merupakan aset Pemerintah Kabupaten Natuna yang telah dihibahkan ke pusat. Pemerintah daerah juga sudah melakukan pematangan lahan agar proses konstruksi bisa berjalan tanpa hambatan.
Jarmin menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama. Selain ruang kelas, kompleks ini akan dilengkapi lapangan olahraga dan berbagai sarana penunjang bagi siswa yang tinggal di asrama.
Sekolah ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga ekonomi rendah yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seluruh kebutuhan siswa ditanggung penuh oleh negara.
“Semua kebutuhan anak-anak ditanggung negara, mulai dari pakaian hingga makan sehari-hari,” kata Jarmin.
Meski gedung baru belum dibangun, Sekolah Rakyat di Natuna sudah mulai beroperasi sejak 2025. Kegiatan belajar mengajar untuk sementara memanfaatkan Gedung Asrama Haji Kabupaten Natuna.
Menurut Jarmin, sebelum asrama haji digunakan, pemerintah pusat melakukan perbaikan di lokasi tersebut. Proses renovasi itu telah menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian setempat dalam jangka pendek.
“Kita berterima kasih dengan Presiden RI Prabowo Subianto karena telah memilih Natuna menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di 2026,” katanya.
Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih mandiri sekaligus memutus rantai kemiskinan antar-generasi di Natuna.