KEPULAUAN RIAU — Kabar pemecatan Arne Slot oleh Liverpool mengguncang publik sepak bola Inggris. Keputusan ini diumumkan setelah rentetan hasil buruk di musim kedua pelatih asal Belanda tersebut, yang berbanding terbalik dengan prestasi gemilang di musim debutnya.
Premier League 2024/25 menjadi puncak pencapaian Slot di Anfield. Ia berhasil membawa The Reds meraih trofi liga ke-20, menyamai rekor rival abadi Manchester United. Namun, kegagalan mempertahankan konsistensi di musim berikutnya menjadi bumerang.
Penurunan performa Liverpool musim ini disebut-sebut tak lepas dari dampak kehilangan Diogo Jota. Sang penyerang asal Portugal meninggal dunia di tengah musim, sebuah tragedi yang mempengaruhi moral tim dan lini depan Liverpool.
Manajemen Liverpool disebut sudah bergerak cepat mencari suksesor. Nama Luis Enrique, yang kini menangani Paris Saint-Germain, menjadi kandidat terkuat. Pengalaman Enrique membesut Barcelona dan tim nasional Spanyol dinilai sesuai dengan filosofi sepak bola menyerang yang diinginkan Liverpool.
Panelis program Football Daily, termasuk Chris Sutton dan Matt Upson, sepakat bahwa langkah Liverpool memecat Slot terbilang keras. Namun, mereka juga mengakui bahwa standar tinggi di Anfield tidak memberi ruang bagi penurunan performa.
Keputusan ini memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar. Sebagian menganggap pemecatan itu terlalu dini, mengingat Slot baru saja memberikan gelar liga. Sebagian lain memahami bahwa klub sebesar Liverpool tidak bisa mentolerir penurunan drastis dalam satu musim.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Arne Slot. Liverpool sendiri dikabarkan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat untuk menjelaskan alasan di balik keputusan kontroversial ini. Siapa pun penggantinya, tekanan untuk segera mengembalikan Liverpool ke papan atas Premier League sudah menanti.