PEKANBARU — Lebih dari separuh titik api yang terdeteksi di Riau terpusat di satu kabupaten. Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M, menyebutkan data satelit terbaru menunjukkan total 35 hotspot di provinsi tersebut, dengan Rokan Hilir menyumbang 24 titik.
Berdasarkan pantauan satelit BMKG, berikut rincian sebaran titik panas di tujuh kabupaten/kota di Riau: Rokan Hilir menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi mencapai 24 titik. Disusul Rokan Hulu dan Pelalawan yang masing-masing mencatat 3 titik, Bengkalis 2 titik, serta Indragiri Hulu, Siak, dan Kota Dumai yang masing-masing menyumbang 1 titik.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di Riau. Secara keseluruhan, Pulau Sumatera kini dikepung oleh 647 titik panas. Aceh berada di urutan pertama dengan 174 titik, diikuti Sumatera Selatan dengan 166 titik, dan Bangka Belitung dengan 106 titik. Provinsi lain seperti Sumatera Barat mencatat 64 titik, Bengkulu 56 titik, Jambi 21 titik, Lampung 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Kepulauan Riau 2 titik.
Kemunculan puluhan hotspot ini bertepatan dengan periode rawan kekeringan di sebagian wilayah Riau. BMKG secara khusus mengimbau aparat penegak hukum dan satuan tugas darat untuk meningkatkan patroli pengawasan, terutama di kawasan hutan lindung dan lahan gambut yang rentan terbakar. Masyarakat dan perusahaan perkebunan juga diminta untuk menghentikan segala bentuk aktivitas pembukaan lahan menggunakan metode bakar yang berpotensi memicu bencana ekologis.
Tingginya indikator panas di Pulau Sumatera ini menjadi sinyal merah bagi pemerintah daerah. Tanpa pengendalian yang cepat dan tegas, kabut asap dipastikan akan kembali menyelimuti wilayah-wilayah yang sudah terbiasa dengan bencana tahunan ini.