IHSG Melonjak 4,82% ke 5.599, Saham BUMN seperti Telkom dan BRI Ikut Terbang

Penulis: Ronal Siregar  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 21:22:02 WIB
IHSG melonjak 4,82% ke level 5.599 seiring penguatan saham BUMN seperti Telkom dan BRI.

KEPULAUAN RIAU — Kepercayaan investor mulai pulih setelah beberapa hari sebelumnya IHSG tertekan aksi jual massal. Pada siang hari ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.627,57 dan level terendah 5.318,14. Penguatan IHSG juga diiringi oleh penguatan nilai tukar rupiah yang naik 38 poin atau 0,21% menjadi Rp18.149,50 per dolar AS.

Data RTI Business mencatat, dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 603 saham menguat, 118 saham terkoreksi, dan 92 saham stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 1,47 juta kali dengan volume 24,71 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp13,79 triliun. Seluruh indeks sektoral kompak menghijau, dengan IDX Industrial dan IDX Basic mencatat kenaikan paling tajam.

Telkom dan BRI Pimpin Lonjakan, Sentimen Buyback BUMN Menguat

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat, kenaikan indeks cukup merata. Saham PT Telkom Indonesia (TLKM) melesat 8,9%, diikuti PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) naik 8,4%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melonjak 6,6%. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 6,3%, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik 5,7%.

Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama menilai, penguatan hari ini lebih merupakan technical rebound yang didorong oleh sentimen jangka pendek. "Salah satu katalisnya dari isu DPR dan Danantara BUMN yang lebih bersifat sentiment-driven, sehingga mendorong perbaikan market sentiment di saham-saham BUMN dan saham konglomerat lainnya," jelas Elandry.

Dorongan ini muncul setelah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan perwakilan Bank Himbara, BPJS, dan perusahaan asuransi BUMN. Dalam pertemuan itu, DPR mewacanakan buyback saham BUMN yang dinilai memiliki fundamental kuat namun tertekan sentimen global. "Efek buyback lebih ke penahan tekanan dan pemicu rebound, bukan driver utama tren naik," pungkas Elandry.

Gejolak Global Mereda, Bursa Asia Kompak Hijau

Selain faktor domestik, penguatan IHSG juga ditopang oleh meredanya konflik di Timur Tengah. Mayoritas bursa utama Asia kembali menguat, didorong oleh saham-saham terkait chip yang berhasil bangkit. Namun, Bursa Hong Kong justru mengalami pelemahan tipis pada sesi siang ini.

Meski demikian, Elandry mengingatkan bahwa penguatan berkelanjutan tetap bergantung pada aliran modal asing, stabilitas rupiah, dan likuiditas global. "Kalau melihat isu konflik di Timur Tengah, memang ada pengaruh di level global, tapi untuk pergerakan hari ini lebih ke arah stabilisasi sentimen risk-off saja," ujarnya.

Reporter: Ronal Siregar
Back to top