Krisis Air di Tanjung Piayu Laut Batam Tak Kunjung Usai, 200 KK Terdampak, Senator Ria Saptarika Desak Realisasi Pipa Baru

Penulis: Binsar Gultom  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 14:58:01 WIB
Warga Tanjung Piayu Laut Batam masih menghadapi krisis air bersih meski dekat Waduk Duriangkang.

BATAM — Ironi terjadi di Kampung Tua Tanjung Piayu Laut. Meski kawasan ini berada di dekat Waduk Duriangkang dan jalur distribusi air utama, warga justru kesulitan mendapat akses air bersih. Ketua RW setempat, Ibu Nurmu, menyebut lebih dari 200 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung krisis yang sudah berlangsung menahun ini.

Untuk memenuhi kebutuhan harian, setiap keluarga hanya kebagian sekitar satu drum air untuk dipakai selama seminggu. Warga pun terpaksa mengandalkan tadahan air hujan atau membeli air tangki secara mandiri dengan biaya sendiri. Kondisi ini berlangsung tanpa kepastian kapan akan berakhir.

Mengapa Wilayah Dekat Waduk Justru Krisis Air?

Ria Saptarika, Senator DPD RI Dapil Kepulauan Riau, menyebut persoalan ini bukan lagi soal teknis distribusi, melainkan menyangkut keadilan layanan publik. "Pembangunan Batam tidak boleh menghasilkan paradoks. Kawasan yang dekat dengan infrastruktur strategis justru masih kesulitan mendapatkan layanan dasar air bersih," ujarnya usai meninjau lokasi dan berdialog dengan warga.

Menurut Ria, rencana pembangunan jaringan pipa baru untuk wilayah krisis air di Batam sebenarnya sudah lama disampaikan ke publik. Namun hingga kini, warga Tanjung Piayu Laut belum merasakan progresnya. "Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana progres pembangunan jaringan pipa yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik. Yang dibutuhkan warga hari ini adalah kepastian," tegasnya.

Desakan ke BP Batam dan Pengelola Air

Ria mendesak BP Batam segera memberikan kepastian realisasi proyek pipa tersebut. Ia juga berkomitmen mengawal isu ini dengan meningkatkan koordinasi bersama Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan pihak pengelola air bersih. Targetnya, perluasan jaringan pipa baru harus digesa agar air bisa langsung terdistribusi ke rumah-rumah warga.

"Warga yang hidup di sekitar sumber air tidak boleh terus hidup dalam kondisi kekurangan air bersih," pungkas Ria.

Krisis air di Tanjung Piayu Laut menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur skala besar di Batam belum merata menjangkau kampung-kampung tua. Warga berharap desakan senator ini menjadi titik balik agar janji proyek pipa segera diwujudkan.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: owntalk.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top