KEPULAUAN RIAU — Pertandingan pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan langsung menyajikan drama sejak menit awal. Julian Quinones menjadi aktor utama setelah memanfaatkan kesalahan fatal lini belakang Bafana Bafana di kotak penalti sendiri, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB.
Sepakan mendatar Quinones dari sisi kanan tak mampu dihalau sempurna oleh dua pemain bertahan Afrika Selatan. Bola sempat mengenai blok sebelum akhirnya bersarang di gawang, membuat kiper lawan tak berkutik.
Gol di menit kesembilan itu bukan sekadar angka pertama di papan skor. Ini adalah gol perdana Piala Dunia 2026, sekaligus membuka buku sejarah baru turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Pertemuan kedua tim menghadirkan nuansa nostalgia. Pada Piala Dunia 2010, Meksiko dan Afrika Selatan juga saling berhadapan di laga pembuka dan harus puas berbagi angka 1-1.
Namun kali ini, Meksiko tampil lebih agresif sejak kick-off. Tekanan tinggi langsung dilancarkan ke pertahanan lawan, dan hasilnya terlihat cepat. Dominasi penguasaan bola serta intensitas serangan membuat Afrika Selatan kesulitan mengembangkan permainan.
Lahir di Kolombia pada 1997, Quinones memilih membela Meksiko melalui proses naturalisasi. Keputusan itu menjadi titik balik karier internasionalnya.
Sebelum bersinar di level tim nasional, ia mencuri perhatian di Liga MX bersama Atlas dan Club America. Ketajamannya sebagai predator kotak penalti membuatnya menjadi andalan El Tri di berbagai ajang, termasuk CONCACAF Nations League dan Piala Emas.
Musim 2025/2026 menjadi puncak performa Quinones. Bersama Al-Qadsiah di Liga Pro Arab Saudi, ia tampil luar biasa dengan koleksi 33 gol, unggul dari Cristiano Ronaldo dan Ivan Toney dalam daftar pencetak gol terbanyak.
Rasa percaya diri itu terbawa ke Piala Dunia 2026. Gol cepat ke gawang Afrika Selatan membuktikan bahwa ia datang ke turnamen dengan kondisi puncak dan siap menjadi tumpuan utama Meksiko untuk melangkah jauh.