BRI Siapkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Manajemen Yakin Fundamental Perusahaan Kuat

Penulis: Maruli Sinaga  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 15:29:31 WIB
BRI siapkan dana Rp500 miliar untuk buyback saham periode Juni–September 2026.

KEPULAUAN RIAU — Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham. "Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan," ujarnya dalam keterangan resmi.

Buyback Dilakukan Selama Tiga Bulan

Periode pelaksanaan buyback fluktuatif ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Selain itu, BRI juga merujuk pada Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026. Pendanaan buyback akan berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. Pembelian saham akan dilakukan pada harga yang dinilai wajar dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Kondisi Global Jadi Pertimbangan Utama

Dhanny menjelaskan bahwa langkah buyback ini mempertimbangkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai tantangan global. Mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Tekanan tersebut turut berdampak pada pasar keuangan Indonesia, termasuk pasar modal. "Melalui aksi korporasi ini, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan," tegas Dhanny.

Rasio Keuangan Tetap Solid

Setelah buyback dilakukan, proforma indikator keuangan BRI (konsolidasi) per 31 Maret 2026 menunjukkan posisi yang kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat di level 22,86%, sementara Return on Equity (ROE) mencapai 18,37%.

Angka ini mencerminkan bahwa perseroan masih memiliki kapasitas permodalan yang memadai untuk mendukung ekspansi usaha dan mitigasi risiko pengelolaan bisnis bank. Saham hasil buyback nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham pekerja dan/atau direksi serta dewan komisaris setelah mendapat persetujuan RUPS.

Sebagai bagian dari Danantara, BRI berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top