Rupiah Menguat 63 Poin ke Rp17.859 per Dolar AS, Sinyal Intervensi BI di Pasar Valas

Penulis: Topan Lubis  •  Senin, 29 Juni 2026 | 10:31:01 WIB
Rupiah menguat 63 poin ke Rp17.859 per Dolar AS di tengah intervensi Bank Indonesia.

KEPULAUAN RIAU — Penguatan rupiah sebesar 0,35 persen dalam satu sesi perdagangan tergolong agresif di tengah dominasi dolar AS yang masih perkasa. Level Rp17.859 menjadi titik terkuat rupiah dalam sepekan terakhir, mengindikasikan adanya tekanan beli yang cukup besar, baik dari korporasi domestik maupun intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing.

Intervensi BI dan Ekspektasi Pasar Jadi Katalis Penguatan

Pelaku pasar menilai penguatan ini tidak lepas dari sinyal intervensi Bank Indonesia yang gencar dilakukan pekan lalu. Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menegaskan pihaknya akan berada di pasar untuk menstabilkan kurs sesuai fundamental.

“Intervensi double intervention di spot dan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) terus dilakukan. Ini sinyal bahwa BI tidak akan membiarkan rupiah terdepresiasi terlalu dalam,” kata seorang analis valas di Jakarta, Senin (17/3).

Sentimen lain datang dari ekspektasi pasar terhadap data neraca perdagangan Indonesia yang akan dirilis pekan ini. Surplus perdagangan yang diperkirakan masih solid bisa menjadi modal tambahan bagi rupiah untuk bertahan di bawah level psikologis Rp18.000.

Dolar AS Masih Jadi Momok, Pelemahan Rupiah Baru Tertahan Sementara

Meski menguat, posisi rupiah di kisaran Rp17.859 masih jauh dari level sebelum tekanan global meningkat. Sepanjang Maret 2026, rupiah sudah terdepresiasi lebih dari 2 persen terhadap greenback.

Data dari Refinitiv menunjukkan indeks dolar AS (DXY) masih bertahan di level 104,5. Suku bunga acuan The Fed yang tetap tinggi dan data tenaga kerja AS yang solid membuat aliran modal asing masih betah di instrumen dolar.

Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan rupiah pada sesi kedua. Jika penguatan mampu bertahan di atas Rp17.850, ada potensi technical rebound jangka pendek. Namun, jika gagal, tekanan jual bisa kembali muncul.

Apa Dampak Penguatan Rupiah bagi Investor dan Bisnis?

Bagi importir, penguatan rupiah memberikan sedikit ruang napas. Biaya pembelian bahan baku impor menjadi lebih murah ketimbang saat rupiah di level Rp17.900-an. Sementara bagi eksportir, pelemahan rupiah di atas Rp17.800 masih menguntungkan karena penerimaan dalam dolar AS dikonversi lebih tinggi ke rupiah.

Di pasar saham, penguatan rupiah pagi ini berpotensi mendorong aksi beli investor asing di saham-saham perbankan dan konsumer. Data Bursa Efek Indonesia mencatat investor asing masih net sell Rp 1,2 triliun sepekan terakhir, sehingga penguatan kurs bisa memicu reversal aliran dana asing.

Berapa level support dan resistance rupiah hari ini?

Berdasarkan pergerakan awal sesi, level support rupiah berada di Rp17.850. Jika tembus, potensi penguatan lanjutan ke Rp17.800 terbuka. Sebaliknya, resistance terdekat di Rp17.900. Jika dolar AS kembali menguat, rupiah berpotensi melemah ke Rp17.950.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: mataram.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top