ANAMBAS — Aneng menegaskan sumber daya manusia lokal tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah. Ia menyebut banyak warga Anambas yang telah menyelesaikan pendidikan strata satu, dua, bahkan tiga.
“Anak-anak Anambas tidak kalah kualitasnya. Banyak yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang S1, S2 bahkan S3. Tinggal bagaimana kita membuka peluang dan memberikan kesempatan kerja kepada mereka untuk membangun daerahnya sendiri,” kata Aneng dalam sambutannya.
Aneng meminta Prime Natuna EP berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah daerah bisa menyiapkan SDM yang sesuai spesifikasi industri migas.
“Dengan pemetaan yang jelas, kami bisa mempersiapkan putra-putri daerah agar memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Selain tenaga kerja, Aneng menyoroti pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) Prime Natuna EP. Ia meminta program tersebut dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami berharap program CSR dapat dikoordinasikan bersama pemerintah daerah. Dengan demikian, aset yang dibangun bisa kami data, kami rawat, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Aneng.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, HNSI, serta pemangku kepentingan lainnya. Aneng mengapresiasi komitmen SKK Migas dan Prime Natuna EP yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Kepulauan Anambas.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci agar kegiatan industri migas memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah.
Prime Natuna EP saat ini tengah bersiap melakukan pengeboran di Wilayah Kerja Migas Natuna Sea Blok A yang berada di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.