KEPULAUAN RIAU — Kenaikan harga Pertamax akhirnya resmi berlaku setelah pemerintah dan Pertamina menahan harga selama berbulan-bulan. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga per 10 Juni 2026 ini baru mencerminkan sekitar 50 persen dari harga keekonomian produk RON 92.
Harga Keekonomian Pertamax Tembus Rp 20.000-an
Dalam keterangannya kepada detikOto, Roberth menjelaskan bahwa harga keekonomian Pertamax di pasar internasional saat ini sudah berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter. Angka ini jauh di atas harga jual yang ditetapkan saat ini.
"Saat ini penyesuaian kenaikan harga Pertamax masih di level sekitar 50% dari harga keekonomian. Di mana dengan RON lebih tinggi dan kualitas lebih baik, harga Pertamax pasti di atas Pertalite secara keekonomian," ujar Roberth.
Pemerintah Tahan Harga Sejak April 2026
Kenaikan ini sejatinya sudah dijadwalkan sejak 1 April 2026. Namun, pemerintah meminta Pertamina untuk menunda penyesuaian demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik global. Baru pada 10 Juni, langkah penyesuaian diambil sebagai jalan tengah.
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menambahkan bahwa selama periode penundaan, Pertamina menanggung selisih harga yang signifikan. "Kita masih tahan, masih berupaya menahan di Rp 12.300. Teman-teman bisa melihat di market internasional di tetangga sebelah negara lain itu RON 91, 92 itu di Rp 20.000, Rp 21.000," jelas Sigit.
Perbandingan Harga BBM di Negara Tetangga
Untuk memberikan konteks, harga Pertamax saat ini masih lebih murah dibandingkan beberapa negara tetangga. Di Thailand, BBM RON 91 dijual setara Rp 23.327 per liter. Filipina membanderol bensin tanpa timbal RON 91 seharga Rp 26.430 per liter, sementara RON 95-nya mencapai Rp 28.335. Malaysia sendiri tidak menjual RON 92; BBM RON 95 bersubsidi di sana hanya Rp 8.796 per liter, namun versi nonsubsidi mencapai Rp 16.444. Satu-satunya yang lebih murah adalah Vietnam, di mana RON 92 dijual sekitar Rp 14.000-an.
Dampak Langsung bagi Konsumen dan Industri
Kenaikan ini langsung dirasakan oleh pengguna kendaraan bermotor yang mengandalkan Pertamax. Dengan selisih Rp 3.950 per liter, biaya pengisian penuh tangki motor matik (kapasitas 4-5 liter) bertambah sekitar Rp 15.800 hingga Rp 19.750. Untuk mobil, dampaknya lebih besar, terutama bagi pengguna harian yang mengisi penuh tangki 40 liter, biaya tambahan mencapai Rp 158.000 per pengisian.
Pertamina memastikan langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan suplai di pasar. "Poin penting saat ini adalah bahwa harga Pertamax saat ini ada peran pemerintah di dalamnya, dan juga Pertamina," pungkas Roberth.