Waze Update 2025: Navigasi Personal, Chat Gemini, dan Mode Motor AI Khusus Asia Tenggara

Penulis: Topan Lubis  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 18:42:01 WIB
Waze meluncurkan pembaruan 2025 dengan fitur personalisasi rute, pencarian suara berbasis Gemini, dan mode navigasi motor berbasis AI untuk Asia Tenggara.

KEPULAUAN RIAU — Waze, aplikasi navigasi berbasis komunitas, mulai meluncurkan pembaruan signifikan untuk platform iOS dan Android. Tiga fitur bertenaga AI diperkenalkan, mencakup personalisasi rute, pencarian suara cerdas, dan mode khusus untuk pengendara motor. Pembaruan ini mulai dirilis secara global, termasuk untuk pengguna di Asia Tenggara.

Rute yang Belajar dari Kebiasaan Berkendara Anda

Fitur pertama adalah personalisasi rute. Waze kini menganalisis riwayat perjalanan Anda untuk memahami preferensi rute, misalnya apakah Anda lebih suka jalan tol atau jalur lokal yang lebih pendek. Hasilnya, opsi rute yang paling sesuai dengan kebiasaan Anda akan ditampilkan lebih dulu, sebelum rekomendasi standar.

“Setiap orang punya preferensi navigasi,” demikian pernyataan resmi Waze. Sistem ini menggabungkan data perjalanan pribadi dengan pemahaman hiperlokal tentang pola lalu lintas di suatu kota. Jika Anda cenderung menghindari jalan dengan banyak lampu merah, Waze akan menyesuaikan saran rutenya.

Gemini Bantu Cari Tempat Makan, Parkir, hingga SPBU

Fitur kedua memanfaatkan model AI Gemini untuk pencarian tujuan yang lebih percakapan. Anda tidak perlu lagi mengetik nama tempat secara persis. Cukup ketuk ikon suara di kolom pencarian, lalu ucapkan perintah seperti “Cari kedai kopi yang buka sekarang”, “Temukan parkir dekat Grand Mall”, atau “Cari SPBU terdekat dengan harga termurah”.

Waze akan menampilkan daftar opsi yang relevan, dan Anda bisa langsung memulai navigasi menggunakan suara. Fitur ini dirancang untuk situasi ketika Anda tahu apa yang dibutuhkan, tetapi belum tahu persis ke mana harus pergi.

Laporan Suara untuk Perubahan Permanen

Pelaporan suara di Waze juga diperluas. Kini Anda bisa melaporkan perubahan permanen seperti penutupan jalan atau toko yang tutup permanen. Cukup ucapkan “Jalan di sini ditutup”, dan informasi tersebut akan dikirim ke editor peta lokal untuk diverifikasi dan diperbarui.

Mode “Less Chatty” untuk Fokus Mendengarkan Musik

Bagi pengguna yang menginginkan lebih sedikit gangguan suara, Waze menyediakan mode “less chatty” atau kurang cerewet. Saat diaktifkan, jumlah perintah suara diminimalkan dan diperpendek. Pengingat kritis seperti bahaya, belokan, dan perubahan jalur tetap disampaikan, namun dengan frekuensi yang lebih rendah agar Anda bisa lebih fokus pada musik atau podcast.

Navigasi Motor Berbasis AI, Tersedia di Malaysia dan Filipina

Fitur keempat yang paling dinantikan adalah navigasi khusus motor. Waze menyadari bahwa sepeda motor membutuhkan rute yang berbeda dari mobil. Motor bisa melewati jalan sempit dan lebih sensitif terhadap kondisi permukaan jalan. Mode motor baru ini menggunakan AI untuk memasukkan jalur pintas dan batasan khusus kendaraan roda dua, sehingga memberikan rute terbaik dan perkiraan waktu tiba (ETA) yang lebih akurat.

Mode ini juga menampilkan bahaya yang merepotkan pengendara, seperti lubang, polisi tidur, penyeberangan yang ditinggikan, ujung bahu jalan, dan jembatan sempit. Namun, fitur ini tidak langsung tersedia di Amerika Serikat. Peluncuran perdananya dibatasi di Argentina, Brasil, Kolombia, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Filipina.

Pembaruan ini menegaskan komitmen Waze untuk terus meningkatkan personalisasi dan keselamatan berkendara, terutama bagi basis pengguna di Asia yang didominasi pengendara motor. Pengguna di Indonesia masih menunggu konfirmasi ketersediaan fitur navigasi motor secara lokal.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top