KEPULAUAN RIAU — Setelah menjalani beta selama beberapa bulan, Samsung akhirnya menggelar One UI 9 untuk seri Galaxy. Versi stabil ini diprediksi mendarat pertama kali di Galaxy Z Fold 8 dalam beberapa pekan ke depan, disusul Galaxy S26 dan lini lainnya.
Salah satu perubahan paling kentara ada di panel Quick Settings. Secara sekilas memang mirip dengan versi sebelumnya, tapi ada beberapa ubahan visual yang langsung terasa.
Slider volume dan kecerahan kini tampil lebih tebal. Tombol dark mode dan volume juga sudah tidak menyatu dengan slider, sehingga lebih mudah diakses. Saat masuk mode edit, pengguna bisa mengubah ukuran toggle dengan lebih fleksibel. Slider volume dan kecerahan bahkan bisa diperkecil jadi 2×1 untuk tata letak yang lebih ringkas.
Media player juga mendapat sentuhan baru. Informasi album atau podcast dipindahkan, tombol play/pause, skip, dan back kini berbentuk lingkaran. Yang menarik, visualizer di bilah pemutaran kini mengambil warna dari sampul album yang sedang diputar — hasilnya lebih kaya dan dinamis.
Samsung juga menambahkan efek Gaussian blur di lebih banyak area antarmuka. Efek ini terasa halus dan tidak berlebihan, membuat tampilan One UI 9 terasa lebih premium.
Fitur yang sudah lama jadi andalan ponsel China ini akhirnya hadir di One UI 9. Pengguna bisa menambahkan indikator kecepatan jaringan di status bar. Caranya lewat aplikasi Quickstar di Good Lock. Meski harus menginstal aplikasi tambahan, fitur ini sangat berguna untuk memantapau apakah ada aplikasi nakal yang menguras data atau Wi-Fi.
Sayangnya, ukuran status bar pill dibuat lebih besar. Informasi yang ditampilkan memang lebih banyak, tapi kesannya jadi sedikit padat.
Ini salah satu tambahan paling penting di One UI 9. Kini pengguna bisa memblokir akses internet untuk aplikasi tertentu langsung dari menu Pengaturan. Fitur bernama Network Restrictions ini memungkinkan kamu memutus koneksi aplikasi yang tidak perlu terhubung ke internet.
Bagi gamer, fitur ini bisa mencegah iklan atau update yang tidak diinginkan. Tapi yang lebih krusial, ini adalah alat privasi yang powerful — semacam killswitch untuk aplikasi yang mencurigakan.
Aplikasi kamera mendapat beberapa fitur baru. Salah satunya adalah kemampuan merekam video vertikal dari kamera selfie dan kamera belakang secara bersamaan. Hasil rekamannya berbentuk video persegi 1:1.
Cocok untuk konten Instagram, tapi sayangnya resolusinya terbatas di 1080p. Ini cukup membatasi jika kamu ingin menggunakannya untuk keperluan lain.
Samsung Browser kini bisa mengubah setiap jendela browser menjadi kartu di menu Recents. Fitur ini sebenarnya sudah ada di Android versi Material, dan kini kembali untuk memudahkan multitasking.
Di aplikasi Samsung Notes, ada alat tape baru untuk menyembunyikan teks atau gambar. Kamu bisa menggambar di atas teks, lalu mengetuknya dengan S Pen untuk melihat isi yang tersembunyi. Cocok untuk alat bantu belajar, meski kegunaannya untuk sehari-hari masih perlu diuji.
Game Booster toolbar juga mendapat opsi baru, seperti screenshot resolution yang melewati pengaturan game, dan bypass charging. Dua fitur ini jelas berguna untuk gamer yang ingin performa maksimal tanpa gangguan.
Satu perubahan kecil tapi penting: saat mematikan atau merestart ponsel dengan One UI 9, kamu harus memasukkan PIN. Ini lapisan keamanan tambahan yang sebenarnya sudah seharusnya ada sejak lama.
Samsung belum mengumumkan jadwal pasti rilis stabil One UI 9 untuk seluruh lini Galaxy. Yang jelas, Galaxy Z Fold 8 menjadi perangkat pertama yang kebagian, dan kemungkinan besar Galaxy S26 menyusul dalam waktu dekat.
Mengingat build beta yang sudah cukup matang, pengguna bisa berharap update stabil tidak akan lama lagi.