BATAM — Kawasan pendidikan terpadu seluas 18,5 hektare mulai dibangun di Rempang. BP Batam mengawal ketat setiap tahapan proyek Sekolah Rakyat Merah Putih yang masuk dalam Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik BP Batam tersebut.
Amsakar Achmad menjelaskan, pembersihan lahan menjadi fondasi awal sebelum konstruksi fisik dimulai. Proses ini harus sesuai standar teknis yang ditetapkan pemerintah pusat.
"BP Batam terus melakukan pengawasan terhadap program prioritas nasional tersebut agar setiap proses berlangsung secara terencana, aman, dan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan," ujar Amsakar dalam keterangannya, Selasa.
Sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu. Lingkungan belajar yang dibangun diklaim berkualitas, inklusif, dan tanpa biaya alias gratis bagi peserta didik.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan percepatan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi lintas sektor—pemerintah dan masyarakat—menjadi kunci agar proyek berjalan sesuai target.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif agar proses pembangunannya dapat diselesaikan dengan baik," tegas Li Claudia.
Program ini mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Amsakar, komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan berkualitas menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Perhatian Bapak Presiden dan pemerintah pusat ini mencerminkan besarnya komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Dan ini harus kita kawal bersama," sambung Amsakar.
Li Claudia menambahkan, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan sarana pendidikan menjadi langkah strategis memperkuat SDM yang akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah dan nasional.
BP Batam berharap Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. Li Claudia optimistis, semakin banyak anak Indonesia—khususnya di Batam—yang mendapat kesempatan belajar dan mengembangkan potensi terbaiknya.
"Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang ini diproyeksikan menjadi role model bagi pembangunan sekolah serupa di berbagai daerah di Indonesia," pungkasnya.