Investasi Batam Tembus Rp44 Triliun di 2025, Wali Kota Amsakar Beberkan Reformasi Perizinan yang Cuma 38 Hari

Penulis: Binsar Gultom  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 16:13:31 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Achmad memaparkan capaian investasi Rp44,01 triliun pada 2025 dalam acara PROFIT di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

BATAM — Angka investasi yang tembus Rp44,01 triliun itu diungkapkan Amsakar Achmad dalam acara PROFIT di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026). Ia menegaskan lonjakan ini bukan hasil instan, melainkan buah dari pembenahan regulasi yang berorientasi pada kemudahan investasi.

Reformasi Perizinan: Dari Dua Tahun ke 38 Hari

Akselerasi utama berasal dari penyederhanaan pelayanan yang mengikuti arahan Presiden RI. Proses AMDAL yang dulu memakan waktu hingga dua tahun, kini rata-rata hanya 38 hari. Sementara itu, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dapat diselesaikan sekitar dua bulan.

“Kami diminta Presiden untuk menyederhanakan pelayanan. Itu yang terus kami lakukan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan,” ujar Amsakar dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Transparansi Digital dan Duta Investasi

Untuk memastikan tidak ada proses yang molor, Pemkot Batam membangun sistem pemantauan layanan berbasis digital. Setiap permohonan dapat dipantau secara real-time, sehingga pimpinan bisa langsung mengevaluasi jika ada hambatan. Selain itu, program Duta Investasi dihadirkan untuk mendampingi investor sejak awal hingga realisasi proyek.

“Kami melakukan pembenahan regulasi yang berorientasi pada kemudahan investasi,” tegas Amsakar.

Efek Berganda ke Sektor Riil: Logistik dan Pariwisata

Dampak positif reformasi ini terasa di sektor riil. Aktivitas pelabuhan Batam meningkat signifikan, ditandai dengan bertambahnya kapal direct call yang melakukan bongkar muat langsung. Hal ini turut mendongkrak sektor pariwisata. Wisatawan nusantara naik dari 1,7 juta menjadi hampir 2,1 juta orang, sementara wisatawan mancanegara meningkat dari 1,2 juta menjadi sekitar 1,6 juta orang.

Amsakar menyebut pertumbuhan logistik dan pariwisata ini saling menguatkan dan menciptakan efek berganda bagi hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM.

Batam Bukan Sekadar Relokasi, tapi Mitra Pertumbuhan

Di tengah gemerlap investasi, Amsakar meluruskan anggapan bahwa Batam hanya menjadi lokasi relokasi industri dari Singapura. Ia menegaskan hubungan Batam dengan Singapura dan Johor adalah sebagai mitra pertumbuhan (growth partner), bukan pesaing atau tempat penampungan.

“Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor,” tegasnya, seraya menyebut posisi strategis di Selat Malaka sebagai daya tarik utama.

Primadona Baru: Data Center Tembus Rp120 Triliun

Tak hanya manufaktur, Batam kini menjadi primadona baru bagi investasi data center. Hingga pertengahan 2026, investasi yang masuk di sektor ini mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang digarap. Kehadiran landing station kabel bawah laut internasional di Nongsa, seperti Indonesia Cable Express, menjadikan Batam incaran investor industri digital dan kecerdasan artifisial (AI).

“Dukungan lahan, infrastruktur digital, air bersih, dan listrik yang terus dipersiapkan bersama PLN menjadi daya saing utama,” jelas Amsakar.

Instruksi Presiden: Batam Harus Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Mengakhiri paparannya, Amsakar mengungkapkan hasil pertemuan dengan Presiden RI selama 1 jam 45 menit. Dalam pertemuan itu, Presiden meminta Batam untuk tetap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dengan terus menjaga daya saing, menyederhanakan izin, dan mengembangkan pelabuhan berstandar internasional guna optimalisasi potensi Selat Malaka.

“Perhatian Presiden menjadi energi bagi kami. Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan kinerja yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha,” tutup Amsakar.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: kepripedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top