ANAMBAS — Sesosok potongan tubuh manusia pertama kali dilihat oleh seorang nelayan yang baru pulang memancing. Awalnya, saksi mengira benda hitam yang terapung itu hanyalah kantong plastik. Namun setelah terbawa arus dan berputar diterpa ombak, ia menyadari benda tersebut adalah bagian tubuh manusia yang sudah mengeluarkan bau menyengat.
Karena kondisinya yang sudah tidak utuh, saksi tidak berani melakukan evakuasi sendiri. Ia memilih melaporkan temuannya kepada warga setempat, yang kemudian diteruskan ke perangkat Desa Genting Pulur dan Bhabinkamtibmas.
Polsek Jemaja segera berkoordinasi dengan TNI, Tim Basarnas Jemaja, pemerintah desa, dan masyarakat untuk melakukan penyisiran. Tim gabungan menggunakan sarana transportasi laut untuk mencari potongan tubuh tersebut. Namun hingga dini hari, potongan tubuh yang dilaporkan belum berhasil ditemukan kembali.
"Kami segera mengerahkan personel menuju lokasi bersama TNI, Basarnas, pemerintah desa, dan masyarakat. Meski pencarian dilakukan pada malam hari dengan jarak pandang terbatas, seluruh personel tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban," ujar Kapolsek Jemaja, IPTU Sutomo.
Pencarian terkendala kondisi malam yang gelap dan karakteristik perairan yang dangkal. Tim gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian dan akan melanjutkannya keesokan hari.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, menegaskan bahwa pihaknya merespons cepat setiap laporan masyarakat. Ia menyebut sinergi dengan TNI, Basarnas, dan warga menjadi kunci dalam penanganan kejadian ini.
"Setiap informasi yang diterima akan kami tindak lanjuti secara cepat, profesional, dan terukur. Dalam penanganan kejadian ini, Polsek Jemaja bersinergi dengan TNI, Basarnas, pemerintah desa, serta masyarakat untuk memastikan proses pencarian dan penyelidikan berjalan optimal," katanya.
Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab peristiwa tersebut. Pencarian akan dilanjutkan oleh tim gabungan pada siang hari agar proses evakuasi dapat berjalan maksimal dan memberikan kepastian kepada keluarga korban.