Pemprov Kepri Dapat Izin BGN Sajikan Ikan Fillet Lokal untuk Menu Makan Bergizi Gratis di Sekolah

Penulis: Bastian Sihombing  •  Senin, 20 Juli 2026 | 19:34:01 WIB
Ikan fillet lokal hasil tangkapan nelayan Kepulauan Riau mulai diolah di dapur satuan pelayanan untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar.

TANJUNGPINANG — Ikan tangkapan nelayan Kepulauan Riau kini resmi masuk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para pelajar. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri, Rika Azmi, mengonfirmasi bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan lampu hijau untuk program tersebut.

Ikan Lokal Diolah Jadi Fillet Sebelum Dibagikan

Menurut Rika, usulan pemanfaatan ikan lokal ini telah disampaikan secara resmi melalui surat yang ditandatangani Ketua Satgas dan Gubernur Kepri. “Kita sudah bersurat melalui persetujuan Ketua Satgas dan Pak Gubernur kepada BGN untuk mengakomodir pangan lokal Kepri, khususnya ikan,” jelasnya kepada Harian Kepri, kemarin.

Dalam pelaksanaannya, setiap satuan pelayanan dapur MBG diwajibkan mengolah ikan tangkapan lokal menjadi fillet terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kemudahan konsumsi dan keamanan pangan bagi anak-anak.

Frekuensi Penyajian Disesuaikan dengan Kebutuhan Gizi

Rika menambahkan, tim ahli gizi di setiap dapur akan menentukan seberapa sering ikan disajikan dalam menu MBG. Frekuensi ini disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi siswa di masing-masing wilayah, sehingga tidak ada standar seragam yang dipaksakan.

“Beberapa daerah sudah menggunakan ikan sebagai menu pangan lokalnya. Alhamdulillah, itu sudah boleh berjalan,” pungkasnya.

Dapur MBG Mulai Serap Hasil Panen Petani Lokal

Selain ikan, sejumlah dapur pelayanan MBG di Kepri juga mulai menyerap hasil panen buah segar dari kelompok tani setempat. Salah satu daerah yang sudah berjalan adalah Kabupaten Karimun. Meski begitu, kebutuhan bahan baku pangan dalam jumlah besar masih dipasok oleh pedagang besar dan distributor di setiap daerah.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi nelayan dan petani lokal di Kepri. Dengan disetujuinya penggunaan ikan fillet, rantai pasok pangan lokal diharapkan semakin terintegrasi dengan program nasional, sekaligus meningkatkan konsumsi ikan di kalangan pelajar.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: hariankepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top