TANJUNGPINANG — Ikan tangkapan nelayan Kepulauan Riau kini resmi masuk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para pelajar. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri, Rika Azmi, mengonfirmasi bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan lampu hijau untuk program tersebut.
Menurut Rika, usulan pemanfaatan ikan lokal ini telah disampaikan secara resmi melalui surat yang ditandatangani Ketua Satgas dan Gubernur Kepri. “Kita sudah bersurat melalui persetujuan Ketua Satgas dan Pak Gubernur kepada BGN untuk mengakomodir pangan lokal Kepri, khususnya ikan,” jelasnya kepada Harian Kepri, kemarin.
Dalam pelaksanaannya, setiap satuan pelayanan dapur MBG diwajibkan mengolah ikan tangkapan lokal menjadi fillet terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kemudahan konsumsi dan keamanan pangan bagi anak-anak.
Rika menambahkan, tim ahli gizi di setiap dapur akan menentukan seberapa sering ikan disajikan dalam menu MBG. Frekuensi ini disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi siswa di masing-masing wilayah, sehingga tidak ada standar seragam yang dipaksakan.
“Beberapa daerah sudah menggunakan ikan sebagai menu pangan lokalnya. Alhamdulillah, itu sudah boleh berjalan,” pungkasnya.
Selain ikan, sejumlah dapur pelayanan MBG di Kepri juga mulai menyerap hasil panen buah segar dari kelompok tani setempat. Salah satu daerah yang sudah berjalan adalah Kabupaten Karimun. Meski begitu, kebutuhan bahan baku pangan dalam jumlah besar masih dipasok oleh pedagang besar dan distributor di setiap daerah.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi nelayan dan petani lokal di Kepri. Dengan disetujuinya penggunaan ikan fillet, rantai pasok pangan lokal diharapkan semakin terintegrasi dengan program nasional, sekaligus meningkatkan konsumsi ikan di kalangan pelajar.