Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, memproduksi lebih dari 50.000 benih ikan lele dan nila sepanjang 2026 dari 31 induk lele betina, delapan lele jantan, dan 30 induk nila. Produksi itu melampaui target tahunan dan telah disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) melalui empat siklus. Penyaluran siklus ketiga mencapai 55.000 ekor, terdiri atas 50.000 lele dan 5.000 nila.
NATUNA — Kepala Dinas Perikanan Natuna Hadi Suryanto menyatakan target produksi benih ikan air tawar tahun ini sudah tercapai. Capaiannya lebih dari 50.000 ekor untuk lele dan nila.
"Target produksi ikan air tawar lele dan nila tahun ini sudah tercapai dan lebih dari 50.000 ekor," ujarnya, dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu.
31 Induk Lele dan 30 Induk Nila Jadi Sumber Benih
Puluhan ribu benih itu dihasilkan dari 31 ekor induk lele betina, delapan ekor lele jantan, dan 30 ekor induk ikan nila. Seluruh induk merupakan ikan hasil produksi lokal Natuna.
Diskan Natuna menerapkan teknik pemijahan buatan dan semi buatan dengan memanfaatkan induk jantan dan betina. Benih yang sudah diproduksi lalu disalurkan ke Pokdakan melalui empat siklus.
Hingga kini, penyaluran baru memasuki siklus ketiga.
55.000 Ekor Disalurkan di Siklus Ketiga
Penyaluran siklus ketiga dilakukan pada Jumat (11/9) di Kantor Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Ikan (UPT BBI) Dinas Perikanan Natuna. Total benih yang dibagikan sebanyak 55.000 ekor, terdiri atas 50.000 ekor lele dan 5.000 ekor nila.
"Total yang disalurkan sebanyak 55.000 ekor, 50.000 lele dan 5.000 nila," kata Hadi.
Pada siklus pertama dan kedua, Diskan Natuna membagikan lebih dari 10.000 ekor benih ikan nila kepada Pokdakan.
18 Pokdakan Dibina, Penerima Bergilir Tiap Siklus
Penyaluran benih mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan, salah satunya melalui usulan dari kelompok pembudidaya. Pengadaan benih juga disesuaikan dengan ketersediaan anggaran Diskan Natuna.
Setiap siklus penyaluran diberikan kepada kelompok yang berbeda untuk memperluas penerima manfaat program. Saat ini, Diskan Natuna membina sebanyak 18 Pokdakan.
"Setiap siklus penyaluran diberikan kepada kelompok yang berbeda," ujar Hadi.