ANAMBAS — Petugas UPP mengukur sejumlah bagian pompong, termasuk dimensi utama kapal. Proses ini menjadi bagian dari pendataan dan verifikasi kapal yang digunakan nelayan untuk melaut.
Pengukuran diperlukan agar ukuran kapal tercatat sesuai kondisi sebenarnya. Dari situ, pemerintah memperoleh data kapal nelayan yang lebih akurat.
Data Akurat Jadi Dasar Penyaluran Program Bantuan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3 Kabupaten Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, menyatakan pendataan dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat.
"Sebanyak 27 pompong telah dilakukan pengukuran untuk mendapat data yang lebih akurat, nanti pendataan juga akan dilakukan bertahap," ujar Arcan.
Menurutnya, data yang akurat membantu pemerintah mengoptimalkan berbagai program untuk nelayan. Pemerintah dapat menyesuaikan program bantuan dengan kebutuhan masyarakat nelayan.
Arcan menambahkan, pendataan berkaitan dengan kelengkapan administrasi yang diperlukan nelayan.
"Proses pendataan ini dapat mendukung kelengkapan administrasi nelayan dalam mengakses program bantuan pemerintah," ujarnya.
Nelayan Berharap Pengukuran Berjalan Bertahap
Bagi nelayan Desa Air Bini, kelengkapan dokumen kapal menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas melaut. Administrasi yang tertib memberi kepastian saat menjalankan kegiatan di laut.
Salah seorang nelayan berharap pengukuran pompong terus dilakukan secara bertahap. Dengan begitu, seluruh pompong nelayan dapat terdata dengan baik.
DP3 Anambas bersama UPP akan melanjutkan pendataan secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan mencakup seluruh pompong nelayan di wilayah tersebut.
Pendataan yang lebih lengkap memberi pemerintah dasar lebih kuat dalam menyalurkan program bantuan. Nelayan pun mendapat manfaat melalui administrasi kapal yang lebih tertib dan sesuai ketentuan.