Kenduri Durian Bintan 2026 di Bintan Buyu Serap 650 Pengunjung, Durian Daun Diusung Jadi Ikon Wisata Kuliner Melayu

Penulis: Bastian Sihombing  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 06:32:31 WIB
Ratusan pengunjung dari dalam dan luar negeri memadati Lapangan Sepak Bola Bekapur, Desa Bintan Buyu, dalam Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026.

BINTAN — Ratusan pengunjung dari dalam dan luar negeri memadati Lapangan Sepak Bola Bekapur, Desa Bintan Buyu, Minggu, dalam Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026. Mulai dari warga Kepri, Pulau Jawa, Makassar, hingga wisatawan asal Malaysia dan Belanda antusias mengikuti rangkaian acara yang meliputi trekking Gunung Bintan dan santap durian bersama secara lesehan khas hajatan tradisional.

Bupati Bintan Roby Kurniawan yang membuka secara resmi mengatakan tingginya minat peserta membuktikan bahwa Bintan semakin dikenal sebagai destinasi wisata minat khusus. “Tingginya minat peserta jadi bukti bahwa wisata alam Bintan semakin dikenal sebagai destinasi wisata minat khusus yang diminati wisatawan domestik maupun internasional,” ujarnya.

Durian Daun, Varietas Lokal yang Diusung Jadi Ikon

Dalam sambutannya, Roby menekankan Bintan tidak hanya punya panorama alam yang indah, tetapi juga kekayaan budaya Melayu dan produk unggulan berupa Durian Daun. Varietas durian khas lokal ini memiliki cita rasa dan karakteristik unik yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui promosi, festival, serta penguatan sektor pertanian dan UMKM.

Kenduri tahun ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah, komunitas adat, pelaku usaha, dan masyarakat. Roby mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang disebutnya sebagai kekuatan utama dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya lokal.

Harapan: Budaya Melayu Jadi Identitas yang Membanggakan

Roby mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai dan mempromosikan potensi daerah. “Jadikan budaya Melayu sebagai identitas yang membanggakan, jadikan alam Bintan sebagai warisan yang harus dijaga, dan jadikan Durian Daun sebagai ikon kuliner khas Bintan yang semakin dikenal hingga ke tingkat internasional,” ujar Bupati.

“Kegiatan ini bukan hanya tradisi makan bersama atau perayaan musim panen durian. Lebih dari itu, menjadi simbol rasa syukur masyarakat Melayu atas limpahan rezeki serta sarana mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya agar tetap lestari,” sambung Roby dalam sambutannya di hadapan peserta.

Dengan suksesnya festival kali ini, Pemkab Bintan optimistis potensi wisata dan kuliner khas daerah dapat terus berkembang, menarik lebih banyak kunjungan nasional dan internasional di masa depan.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top