BATAM — Pertumbuhan 7,02 persen secara year on year itu menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan kinerja ekonomi tercepat di kawasan Sumatera. Angka tersebut juga menempatkan Kepri di posisi ketiga secara nasional pada periode triwulan II 2026.
Industri pengolahan masih menjadi fondasi utama perekonomian daerah. Data Badan Pusat Statistik yang dipaparkan BI menunjukkan sektor ini berkontribusi sekitar 41,57 persen terhadap struktur ekonomi Kepri.
Konstruksi menyusul di urutan kedua dengan kontribusi 19,87 persen, sedangkan perdagangan menyumbang sekitar 10,06 persen. Pertambangan melengkapi deretan lapangan usaha utama yang menopang pertumbuhan.
Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto memberikan kontribusi sekitar 44 persen. Porsi sebesar itu menegaskan bahwa pembentukan modal masih berperan besar menggerakkan aktivitas ekonomi Kepri.
Investasi yang masuk berdampak ke sektor konstruksi, industri pengolahan, perdagangan, hingga penyerapan tenaga kerja. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi komponen penting untuk menjaga perputaran ekonomi, sehingga daya beli masyarakat perlu terus diperkuat.
Rony menilai struktur ekonomi Kepri masih sangat bergantung pada sektor industri pengolahan. "Struktur ekonomi Kepri masih sangat kuat ditopang oleh sektor industri pengolahan," ujarnya dalam paparan tersebut.
Secara kewilayahan, Batam dan Bintan menjadi dua daerah penopang utama kinerja ekonomi provinsi. Batam bertumpu pada kawasan industri dan aktivitas perdagangan internasional, sementara Bintan mengandalkan pengembangan industri dan pariwisata.
Aktivitas di kedua wilayah itu memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian Kepri. Posisi strategis provinsi ini di jalur perdagangan internasional turut mendorong tingginya aktivitas investasi dan perdagangan.
Di balik angka pertumbuhan yang tinggi, Bank Indonesia mencermati sejumlah risiko yang dapat memengaruhi kinerja ekonomi Kepri. Indikasi perlambatan pada beberapa komponen ekonomi menjadi hal yang perlu diantisipasi agar momentum tidak hilang.
Rony menekankan pentingnya menjaga kinerja sektor produktif, kesinambungan investasi, konsumsi rumah tangga, serta peningkatan produktivitas. Ia juga menyoroti perlunya penguatan konektivitas perdagangan dan industri.
"Penguatan konektivitas perdagangan dan industri juga diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada angka statistik, tetapi memberikan efek berganda yang lebih besar bagi masyarakat dan dunia usaha," ujarnya.
Dengan capaian triwulan II 2026, Kepri mempertahankan posisinya sebagai salah satu motor ekonomi di luar Jawa. Peran Batam dan Bintan sebagai pusat industri, investasi, dan perdagangan akan menentukan apakah momentum ini berlanjut pada periode berikutnya.