TANJUNGPINANG — HA IPB Kepri menilai Tanjak Keswan menawarkan pendekatan baru untuk memperkuat peran OPD dalam mengelola kebutuhan regulasi sektoral. Penilaian itu disampaikan dokter hewan Iwan Berri Prima, aktor perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) BPSDM Kepri 2026 yang menggagas inovasi tersebut.
Tanjak Keswan merupakan akronim dari Transformasi Tata Kelola Manajemen Regulasi Peternakan dan Kesehatan Hewan. Inovasi ini dikembangkan DKP2KH Provinsi Kepri dengan pendampingan langsung Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi selaku mentor program.
Tanjak Keswan mengintegrasikan sejumlah komponen dalam satu tata kelola terstruktur. Komponen itu mencakup roadmap, prosedur operasional standar (SOP), koordinasi, matriks regulasi, dashboard monitoring, dan repository dokumen.
DKP2KH Kepri telah menerapkan pendekatan ini pada pengelolaan Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kepri. Menurut Berri, penyusunan regulasi daerah bukan semata-mata urusan Biro Hukum.
"OPD pemilik urusan sektoral harus mengidentifikasi kebutuhan, menyiapkan substansi, merencanakan, serta mengawal penyusunan regulasi," ujarnya.
Biro Hukum tetap diposisikan sebagai mitra strategis yang memfasilitasi dan mengawal aspek hukum. Pembagian peran itu yang ingin diperkuat HA IPB Kepri melalui gagasan ini.
OPD yang hendak mengusulkan regulasi sektoral pangan, kelautan, perikanan, pertanian, perhubungan, lingkungan, hingga pariwisata bisa mengadaptasi model serupa. Berri menegaskan penerapan awal tidak menuntut sistem digital yang rumit.
"OPD tidak harus langsung menggunakan sistem digital kompleks untuk mengawali penerapan ini," jelasnya.
Langkah awal bisa dimulai dengan memetakan kebutuhan regulasi, menetapkan prioritas, menyusun tahapan kerja, serta membangun pemantauan yang jelas. Dengan begitu, OPD punya pijakan sebelum masuk ke tahap digitalisasi.
Berri menyebut kontribusi alumni tidak terbatas pada bidang akademik dan profesi semata. Alumni IPB, menurutnya, bisa memberi kontribusi melalui gagasan praktis yang menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Inovasi Tanjak Keswan disebutnya sebagai contoh bagaimana pengetahuan dan pengalaman mampu memperkuat kinerja pemerintahan. Ia berharap pendekatan ini menginspirasi OPD lain membangun tata kelola regulasi yang terencana, kolaboratif, serta akuntabel.
"Intinya, OPD harus menjadi motor penggerak utama regulasi sektoralnya sendiri," tukasnya.