KARIMUN — Sebanyak 101 peserta didik berprestasi dari 13 kecamatan di Kabupaten Karimun mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang sekolah dasar tingkat kabupaten. Pembukaan berlangsung di SD Negeri 001 Karimun, Selasa (3/11/2026), dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun Grandy Regal Tuerah bersama jajaran Satuan Pengawas Pendidikan.
FTBI diposisikan bukan sekadar ajang kompetisi. Festival ini menjadi wadah edukatif untuk mengasah potensi kebahasaan daerah dan menanamkan kecintaan terhadap kebudayaan Melayu sejak usia dasar.
Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole menyatakan pemerintah daerah telah menjamin pengalokasian anggaran yang tepat sasaran pada 2027. Anggaran itu menopang FTBI, FLS2N, dan O2SN.
"Kegiatan FTBI ini merupakan momentum berharga untuk melestarikan budaya daerah sekaligus mengasah bakat anak-anak kita. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan festival ini agar potensi putra daerah dapat terus diasah hingga tingkat nasional," tegas Rocky Marciano Bawole dalam sambutannya.
Salah satu peserta, Ujang dari delegasi Kecamatan Kundur Barat, membawakan topik etika dan sopan santun berbahasa di lingkungan bermain. Materi itu memperlihatkan bagaimana pembelajaran bahasa daerah membentuk karakter, sikap, dan kesantunan anak secara nyata.
"Saya optimistis dan yakin bisa memberikan yang terbaik," ujar Ujang usai tampil di hadapan dewan juri.
Pembukaan FTBI turut dihadiri Ketua Kelompok Kerja, Ketua PGRI, Ketua K3S se-Kabupaten Karimun, para kepala sekolah, dewan juri, dan guru pendamping. Kehadiran mereka menandai dukungan berlapis terhadap pembinaan prestasi siswa di tingkat sekolah dasar.
Pemkab Karimun menempatkan pelestarian kebudayaan lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda. FTBI menjadi instrumen untuk menjaga bahasa ibu tetap hidup di tengah arus penggunaan bahasa sehari-hari.
Komitmen anggaran 2027 memberi kepastian jadwal bagi sekolah dan guru pendamping. Ajang FTBI, FLS2N, dan O2SN dapat direncanakan lebih awal, termasuk pembinaan peserta sejak tingkat kecamatan.