Pencarian

WMO: Konsentrasi CO2 Global Cetak Rekor 482,8 ppm pada 2025

Selasa, 03 November 2026 • 14:06:01 WIB
WMO: Konsentrasi CO2 Global Cetak Rekor 482,8 ppm pada 2025
Konsentrasi CO2 global mencapai 482,8 ppm pada 2025, rekor tertinggi sepanjang pemantauan WMO.

KEPULAUAN RIAU — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat konsentrasi karbon dioksida global mencapai 482,8 parts per million pada 2025, rekor tertinggi sepanjang pemantauan. Angka itu setara 153 persen level pra-industri tahun 1750 dan memperpanjang tren sebelas tahun terpanas yang pernah tercatat. Buletin tahunan WMO menjadi acuan ilmiah bagi negosiator iklim PBB menjelang COP31.

Laporan WMO Greenhouse Gas Bulletin menempatkan kenaikan rata-rata CO2 global sebesar 2,8 ppm pada periode 2024-2025. Angka itu melampaui rata-rata kenaikan satu dekade, meski sedikit lebih rendah dibanding lonjakan pada periode 2023-2024.

Metana dan dinitrogen oksida, gas rumah kaca berumur panjang terpenting kedua dan ketiga akibat aktivitas manusia, juga mencatat rekor baru. Perhitungan buletin ini mengukur jumlah gas yang terakumulasi di atmosfer, bukan emisi baru setiap tahun.

Seberapa Cepat Konsentrasi CO2 Meningkat

Ketika buletin pertama kali terbit pada 2004, rata-rata tahunan CO2 yang diukur melalui jaringan stasiun Global Atmosphere Watch WMO berada di 377,5 ppm. Dalam dua dekade, angkanya naik lebih dari 100 ppm.

Laju peningkatan CO2 meningkat tiga kali lipat sejak 1960-an. Kenaikan rata-rata tahunan yang semula 0,8 ppm menjadi 2,4 ppm per tahun pada periode 2011-2020.

Indeks Gas Rumah Kaca Tahunan NOAA menunjukkan efek pemanasan terhadap iklim akibat gas rumah kaca berumur panjang naik 56 persen pada 1990-2025. CO2 menyumbang sekitar 81 persen dari peningkatan tersebut.

Mengapa Kenaikan 2024-2025 Sedikit Melandai

Sekitar setengah dari total CO2 yang dilepaskan setiap tahun tetap berada di atmosfer. Sisanya diserap ekosistem daratan dan lautan.

Pejabat ilmiah senior WMO, Oksana Tarasova, menjelaskan kenaikan yang lebih rendah pada periode 2024-2025 mencerminkan pulihnya kemampuan ekosistem daratan menyerap karbon. Berkurangnya emisi karbon akibat kebakaran pada 2025 turut berperan, setelah El Nino kuat 2023-2024 menurunkan kapasitas biosfer.

"Kenaikan sebesar 2,8 ppm per tahun menambahkan polusi udara yang sangat besar ke atmosfer akibat pembakaran bahan bakar fosil," ujar Tarasova.

Tarasova memperingatkan konsentrasi CO2 akan kembali meningkat pada 2026 akibat pembakaran bahan bakar fosil dan berkembangnya El Nino kuat. Risiko berkurangnya penyerapan CO2 oleh lautan juga meningkat seiring perubahan iklim.

Dampak Jangka Panjang ke Iklim dan Ekonomi

Wakil Sekretaris Jenderal WMO Ko Barret menyebut gas rumah kaca merangkap panas dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya di atmosfer. Kondisi itu menyediakan energi bagi cuaca yang lebih ekstrem dan risiko terkait bagi perekonomian serta masyarakat.

"Sebelas tahun terakhir merupakan periode terpanas yang pernah tercatat dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. CO2 memiliki masa bertahan yang sangat panjang sehingga dampaknya terhadap iklim global tidak hanya berlangsung selama bertahun-tahun, tetapi juga puluhan hingga ratusan tahun," kata Barret.

Sifat CO2 yang bertahan lama membuat pengurangan emisi hari ini tidak langsung menurunkan konsentrasi di atmosfer. Efeknya baru terasa dalam skala dekade hingga abad.

Konteks Indonesia dan Negosiasi COP31

Bagi Indonesia, temuan WMO memperkuat urgensi transisi energi di sektor pembangkit dan transportasi. Konsentrasi gas rumah kaca bersifat global, sehingga lonjakan emisi di satu kawasan memengaruhi iklim negara lain melalui pemanasan atmosfer.

WMO menerbitkan buletin ini sebagai salah satu publikasi tahunan utamanya untuk menyediakan informasi ilmiah bagi para negosiator dalam konferensi iklim PBB. PBB akan menggelar COP31 untuk membahas komitmen iklim sekaligus cara mengimplementasikannya menjadi tindakan nyata.

Rekor 482,8 ppm menjadi dasar angka yang akan dibawa para delegasi ke meja perundingan. Tanpa penurunan emisi yang signifikan, WMO memperkirakan tren kenaikan konsentrasi CO2 berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks