KARIMUN — Tim Quick Response Region Naval Command IV AL Karimun menggagalkan penyelundupan narkotika dari Johor, Malaysia, di perairan Tokong Hiu belum lama ini. Barang bukti yang diamankan berupa sabu-sabu seberat lebih dari satu kilogram dan ratusan butir ekstasi.
Pemusnahan dilakukan langsung oleh Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Samuel Christian Noya bersama jajaran forkopimda, termasuk Ketua Pengadilan Negeri Karimun, Bea Cukai, Kejaksaan Negeri, Polres Karimun, Ditpolair, dan BNN. Prosesnya menggunakan metode penghancuran fisik: diblender dan direbus hingga tak bisa digunakan kembali.
Menggunakan Termos Biru untuk Menyamar
Narkotika tersebut disimpan dalam termos berwarna biru, modus yang kerap digunakan kurir jalur laut untuk mengelabui petugas. Sabu dan ekstasi itu diduga akan diedarkan di wilayah Kabupaten Karimun dan sekitarnya.
Letkol Samuel menegaskan pemusnahan ini merupakan bentuk transparansi penegakan hukum. “Seluruh barang bukti telah melalui proses hukum yang berjalan dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat.
Patroli Laut Diperketat di Perbatasan Tokong Hiu
Samuel menyebut Angkatan Laut Karimun akan terus meningkatkan pengawasan melalui patroli laut di perbatasan internasional Perairan Tokong Hiu. Kerja sama dengan instansi terkait, seperti Bea Cukai dan Polair, akan diperkuat untuk memutus jalur masuk narkotika dari luar negeri.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, baik melalui darat maupun laut,” kata Samuel. Ia berharap kerja sama yang sudah terbangun semakin kokoh ke depannya.
Dukungan Warga Jadi Kunci Pemberantasan Narkoba
Menurut Danlanal, informasi dari masyarakat sangat penting dalam upaya pemberantasan narkotika. “Dukungan masyarakat sangat penting sekali, baik di darat maupun laut. Informasi-informasi dari warga sangat penting sekali,” imbuhnya.
Ia menargetkan Kabupaten Karimun khususnya, dan Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya, bisa terbebas dari peredaran gelap narkotika. “Semoga Kabupaten Karimun khususnya dan Kepri umumnya, terbebas dari narkotika,” harap Samuel.