TANJUNGPINANG — Dengan mengenakan pakaian olahraga, Gubernur Ansar bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Sekda Provinsi Kepri Misni, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) bahu-membahu membersihkan ruas jalan. Area yang disasar membentang dari lampu lalu lintas depan Kantor Camat Bukit Bestari hingga depan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Di sela kegiatan, Ansar menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak bisa hanya menjadi beban petugas kebersihan. Ia mendorong agar semangat ini menjadi kebiasaan sehari-hari.
"Gotong royong ini bukan sekadar membersihkan jalan, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita semua. Kalau budaya ini terus kita pelihara, saya yakin Kepri akan semakin nyaman, sehat, dan indah," ujar Ansar.
Bukan Sekadar Acara Seremonial
Pemerintah Provinsi Kepri memastikan gerakan Kamis Gotong Royong ini akan terus digelar secara bergilir di berbagai wilayah. Ansar mengajak masyarakat untuk tidak menunggu kegiatan resmi, melainkan memulainya dari lingkungan rumah masing-masing.
"Hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan sekitar akan memberikan dampak besar bagi wajah daerah kita," tegasnya.
Para peserta yang hadir tampak membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah, memangkas semak di bahu jalan, serta menata lingkungan agar terlihat lebih rapi dan nyaman.
Menanamkan Budaya Gotong Royong di Kepri
Melalui gerakan ini, Pemprov Kepri berharap semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terus mengakar. Target jangka panjangnya adalah menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri yang mendukung kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat citra Kepri sebagai daerah yang nyaman untuk dihuni sekaligus ramah bagi wisatawan. Lokasi-lokasi ikonik seperti Pulau Penyengat dan Bandara Raja Haji Fisabilillah yang sebelumnya sudah disasar menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merawat wajah daerah.
Ansar menekankan bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan solusi konkret untuk membangun kesadaran kolektif. "Kalau budaya ini terus kita pelihara, saya yakin Kepri akan semakin nyaman, sehat, dan indah," pungkasnya.