NATUNA — Sebanyak 7.321 penerima manfaat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, akan menerima bantuan beras sebesar 10 kilogram per orang pada Juli mendatang. Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, mengatakan pihaknya kini tengah mengemas ulang beras dari karung 50 kilogram ke kemasan 10 kilogram agar siap distribusi.
Beras Medium untuk Warga Kurang Mampu
Bantuan ini menyasar masyarakat kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Beras yang disalurkan merupakan kualitas medium dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
“Masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebanyak 10 kilogram beras kualitas medium. Bantuan yang disiapkan untuk periode Juli 2026,” kata Pencius di Natuna, Selasa.
Penyaluran Bulanan, Bukan Lagi Dua Bulan Sekaligus
Pencius menjelaskan, mekanisme penyaluran pada periode ini berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu bantuan bisa diberikan sekaligus untuk dua bulan, kini penyaluran dilakukan setiap bulan secara bertahap.
Bantuan tidak hanya berhenti pada Juli. Penyaluran akan berlanjut pada Agustus dan September 2026, meskipun untuk dua periode tersebut stok beras belum disiapkan.
Bansos Berubah: Hanya Beras, Tanpa Minyak Goreng
Jenis bantuan yang diterima masyarakat juga berubah. Pada periode Februari dan Maret lalu, penerima mendapat beras dan minyak goreng. Namun untuk periode Juli hingga September, bantuan yang diberikan hanya berupa beras.
“Pada 2026, kami hanya mendapat perintah dari Bapanas untuk menyalurkan bantuan pada periode Februari, Maret, Juli, Agustus dan September,” kata Pencius.
Menekan Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga
Program bantuan pangan ini bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Selain itu, pemerintah juga berharap distribusi beras ini bisa menekan inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di Natuna.
Dengan jumlah penerima yang mencapai ribuan orang, Bulog Natuna memastikan proses pengemasan dan distribusi berjalan lancar sebelum jadwal penyaluran perdana pada Juli mendatang.