Pencarian

Kepala KUA Bintan Pesisir Dorong Sistem Peringatan Dini Kerukunan Umat Beragama di Bintan Timur

Selasa, 21 Juli 2026 • 18:28:31 WIB
Kepala KUA Bintan Pesisir Dorong Sistem Peringatan Dini Kerukunan Umat Beragama di Bintan Timur
Kepala KUA Bintan Pesisir menyampaikan paparan mengenai sistem peringatan dini kerukunan umat beragama dalam forum diskusi di Kecamatan Bintan Timur.

BINTAN — Kegiatan Mengayung Layanan yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bintan di Kecamatan Bintan Timur, Selasa (21/7/2026), tak sekadar menghadirkan layanan jemput bola kepada masyarakat. Acara ini juga menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen menjaga kerukunan umat beragama di wilayah tersebut.

Mengapa Sistem Peringatan Dini Diperlukan?

Dalam diskusi panel yang menjadi salah satu agenda utama, Ramli Hamid menjelaskan bahwa lembaga keagamaan dan tokoh agama memiliki peran sebagai garda terdepan dalam merawat persatuan. Menurutnya, ada dua tugas utama yang harus dijalankan: menjaga kerukunan internal sesama umat beragama dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.

“Jangan sampai perbedaan pemahaman maupun cara penyampaian justru menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada perpecahan,” ujar Ramli di hadapan para penyuluh agama, tokoh agama, dan unsur masyarakat yang hadir.

Ia menambahkan, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama melalui sikap saling menghormati, dialog terbuka, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama. EWS disusun untuk mendeteksi secara dini potensi gesekan sosial maupun persoalan keagamaan, sehingga langkah penyelesaian dapat dilakukan sebelum konflik membesar.

Peran Tokoh Agama dan Aplikasi Digital

Ramli menekankan bahwa peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan informasi yang objektif mengenai kondisi di wilayah masing-masing. “Dengan komunikasi yang baik, potensi persoalan dapat segera ditangani secara bijaksana,” jelasnya.

Selain membahas EWS, kegiatan tersebut juga memperkenalkan Aplikasi Kerukunan, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mempermudah pelaporan, pemantauan situasi, serta penyebaran informasi positif terkait moderasi beragama. Aplikasi ini diharapkan menjadi sarana komunikasi yang menghubungkan pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Dengan adanya platform tersebut, koordinasi dalam menjaga kondusivitas wilayah dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif berbagi pengalaman lapangan yang memperkaya pembahasan mengenai strategi memperkuat harmoni sosial di Kabupaten Bintan.

Target: Bintan sebagai Contoh Kerukunan Nasional

Melalui kegiatan Mengayung Layanan ini, Kemenag Bintan berharap sinergi antara KUA se-Kabupaten Bintan, lembaga keagamaan, tokoh agama, serta pemerintah daerah semakin solid. Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu menjadikan Kabupaten Bintan sebagai daerah yang damai, toleran, dan harmonis, serta mampu menjadi contoh kehidupan masyarakat yang rukun di tengah keberagaman.

Bagikan
Sumber: kepriraya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks