ANAMBAS — Keempat awak kapal yang terdiri dari satu nahkoda dan tiga anak buah kapal (ABK) dikonfirmasi selamat oleh Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka. Mereka adalah Zulkifli (nahkoda), serta Arbain, Dodi, dan Tawakal (ABK).
Peran Kapal Asing dalam Penyelamatan
MV Shanghai Voyager, kapal asing yang melintas di lokasi kejadian, menemukan para korban pada Sabtu malam. Kapal tersebut melaporkan penemuan itu kepada Tim SAR Indonesia, yang kemudian menindaklanjutinya dengan mengerahkan tim gabungan.
"Keempat korban ditemukan kapal asing setelah sebelumnya menyelamatkan diri menggunakan life raft dan bertahan di laut selama kurang lebih tiga jam," ujar Kapolres dalam konfirmasi dari Natuna, Ahad.
Kronologi Tenggelam: Kapal Kehilangan Keseimbangan
TB AOM 787 merupakan kapal penarik tongkang (tugboat) yang melintas di perairan Anambas pada Sabtu. Saat itu, kapal menghadapi angin kencang dan gelombang tinggi. Hantaman gelombang besar membuat kapal kehilangan keseimbangan.
Awak kapal sempat memutus tali penarik (towing) yang menghubungkan kapal dengan tongkang untuk mengurangi risiko. Namun, beberapa saat setelah terlepas dari tongkang, kapal tetap tidak mampu bertahan, lalu terbalik (capsize) dan tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Seluruh korban langsung diberikan penanganan di RSUD Tarempa, Kepulauan Anambas usai dievakuasi. Berdasarkan pemeriksaan awal, mereka dinyatakan dalam kondisi selamat dan sehat.
Kapolres menyampaikan rasa syukur atas keselamatan seluruh kru. "Kami bersyukur seluruh kru TB AOM 787 berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat," katanya.
Imbauan Keselamatan Pelayaran
Kapolres mengimbau masyarakat dan pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR Gabungan juga sempat diterjang gelombang tinggi dan angin kencang.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung," ujar dia.
Unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri. Mereka terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Kepulauan Anambas.