Pencarian

Kawasan Industri Bukan Sekadar Tempat Investasi, Kemenperin Targetkan Jadi Motor Pemerataan Ekonomi

Kamis, 30 Juli 2026 • 07:54:01 WIB
Kawasan Industri Bukan Sekadar Tempat Investasi, Kemenperin Targetkan Jadi Motor Pemerataan Ekonomi
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Tri Supondy, memberikan pembekalan kepada Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

KEPULAUAN RIAU — Pemerintah melalui Kemenperin secara eksplisit mendefinisikan ulang peran kawasan industri nasional. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Tri Supondy, menegaskan bahwa orientasi pembangunan tidak lagi bisa hanya berfokus pada efisiensi investasi semata.

"Tujuannya bukan sekadar memindahkan industri ke luar Jawa, tetapi juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di Indonesia," ujar Tri dalam pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Dua Wajah Strategi: Teknologi Tinggi di Jawa, Padat Karya di Luar Jawa

Peta jalan pengembangan kawasan industri kini dibedakan berdasarkan karakteristik regional. Untuk Pulau Jawa yang sudah padat aktivitas ekonomi, kawasan industri akan difokuskan pada sektor berteknologi tinggi dan hemat air. Sementara itu, kawasan di luar Jawa diarahkan pada industri pengolahan berbasis sumber daya alam dan sektor padat karya.

Data Kemenperin mencatat, dari total luas 101.000 hektare kawasan industri nasional, sebanyak 73 kawasan dengan luas sekitar 62.000 hektare justru berada di luar Jawa. Angka ini menunjukkan potensi besar yang selama ini belum dioptimalkan secara maksimal untuk pemerataan.

"Kawasan industri harus mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, sekaligus membangun keterkaitan dengan UMKM dan masyarakat sekitarnya," kata Tri.

Eco Industrial Park dan Hilirisasi Jadi Kunci Target 2029

Dalam jangka menengah, pemerintah membidik pertumbuhan industri pengolahan sebesar 8,14 persen pada 2029. Kontribusinya terhadap PDB ditargetkan mencapai 21,9 persen. Untuk mencapai angka itu, Kemenperin mendorong pengembangan kawasan industri berkonsep Eco Industrial Park yang mengintegrasikan efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan pelibatan industri kecil-menengah.

Tri menekankan bahwa industrialisasi dan hilirisasi tidak bisa hanya melihat sisi ekonomi atau efisiensi semata. Aspek keberlanjutan menjadi syarat mutlak. Strategi ini juga didorong oleh data positif terkini: pada triwulan I 2026, sektor industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan 4,55 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi sektor ini terhadap PDB mencapai 19,07 persen atau senilai Rp 1.179,62 triliun. Realisasi investasinya mencapai Rp 182,04 triliun, setara 36,49 persen dari total investasi nasional.

Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja Jadi Bukti Awal

Sepanjang Januari–Mei 2026, nilai ekspor industri pengolahan mencapai 94,62 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.703 triliun dengan kurs Rp 18.000 per dollar AS). Angka itu setara 82,03 persen dari total ekspor nasional. Sektor ini juga telah menyerap 20,04 juta tenaga kerja hingga Februari 2026.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juni 2026 berada di level 52,09, menandakan aktivitas manufaktur nasional masih berada dalam fase ekspansi. "Kami meyakini strategi industrialisasi nasional akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global," pungkas Tri.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks