KEPULAUAN RIAU — Kompetisi yang berlangsung sejak 4 Juli 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT BNI ke-80 dalam acara wondrX 2026. Sebanyak 40 tim awal berhasil dikurasi menjadi 15 tim, sebelum akhirnya delapan finalis memaparkan ide di hadapan dewan juri yang terdiri dari perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNI, hingga akademisi.
Dewan juri yang terlibat antara lain Sonny Hendra Sudaryana dari Komdigi, Sugeng Santoso selaku Head of Consumer Product BNI, Sigit Prihatmoko dari Corporate Innovation Center BNI (Benih), Edmund Carulli dari BNI Ventures, dan Dina Dellyana yang mewakili The Greater Hub SBM ITB.
Ide Bisnis yang Jadi Juara
Tim Trioborma dari ITB berhasil merebut posisi pertama, disusul Insight Innovators dari kampus yang sama sebagai juara kedua. Posisi ketiga diraih tim Menang Beli Sushi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Adapun penghargaan Most Impressive Pitch diberikan kepada MOVA dari BINUS International, sementara Insight Innovators juga membawa pulang gelar Most Excellent Performance.
Solusi yang dihadirkan para finalis mencakup pemanfaatan data untuk memperkuat ekosistem merchant, personalisasi layanan finansial berbasis kecerdasan buatan, pengembangan gaya hidup finansial, hingga integrasi pembayaran pada aktivitas mobilitas. Pendekatan ini dinilai menunjukkan kemampuan talenta muda dalam menerjemahkan kebutuhan industri menjadi inovasi yang relevan dengan perilaku nasabah.
Kata Kunci: Keberlanjutan Setelah Kompetisi
Victor Erico Korompis, Presiden Komisaris BNI Ventures yang juga menjabat SEVP Information Technology BNI, mengapresiasi keragaman ide yang ditampilkan para finalis. Menurutnya, kolaborasi antara BNI Ventures, Benih, dan unit-unit terkait berhasil menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk menawarkan perspektif segar terhadap kebutuhan bisnis yang ada.
“Menarik melihat bagaimana para finalis membawa ide dan pendekatan yang beragam dalam menjawab kebutuhan bisnis BNI. Kolaborasi antara BNI Ventures, Corporate Innovation Center BNI (Benih), dan unit-unit terkait di BNI juga memungkinkan kebutuhan bisnis tersebut diterjemahkan menjadi ruang bagi talenta muda untuk menawarkan perspektif dan solusi baru,” ujarnya.
Program ini tidak berhenti pada pengumuman pemenang. Tim yang terpilih akan melanjutkan proses ke tahap inkubasi bersama The Greater Hub SBM ITB yang bertindak sebagai main partner inkubasi. Fase ini dirancang untuk mengembangkan kesiapan ide dan tim sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Peluang Koneksi ke Ekosistem BNI
Lugas Prancafitri, Direktur BNI Ventures, memastikan bahwa ide-ide yang lahir dari kompetisi ini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Pihaknya membuka koneksi ke ekosistem BNI maupun ecosystem partners yang relevan agar solusi yang dirancang tidak berhenti sebagai konsep semata.
“Bagi BNI Ventures, Spark Arc dimaksudkan agar ide-ide yang lahir memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh setelah kompetisi. Kami mendorong bagaimana ide tersebut dapat dikembangkan menjadi solusi yang terhubung dengan kebutuhan BNI Group atau diterapkan secara langsung dan memberikan nilai tambah di ekosistem yang lebih luas,” jelas Lugas.
Eddi Danusaputro, Chairman Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (AMVESINDO), turut hadir memberikan sambutan dalam acara puncak tersebut. Keterlibatan juri lintas sektor dalam ajang ini diharapkan memastikan solusi yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan industri perbankan dan ekosistem inovasi nasional.