Granit Xhaka Akui Pakai Sertifikat Vaksin Covid Palsu, Dicoret dari Timnas Swiss

Penulis: Maruli Sinaga  •  Senin, 21 September 2026 | 19:05:31 WIB
Granit Xhaka mengakui penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 palsu pada 2022.

KEPULAUAN RIAU — Granit Xhaka mengakui menerima sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu pada 2022 dan langsung dicoret dari skuad Timnas Swiss untuk empat laga Nations League mendatang. Gelandang Sunderland itu mengaku salah dan menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang terkait kasus yang tengah diselidiki Kejaksaan Lucerne.

Pengakuan Xhaka disampaikan melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya. Ia mengaku saat itu memilih tidak divaksinasi dan mengaku memiliki keraguan serius terhadap vaksin Covid-19.

"Saat itu, saya pribadi sangat tidak yakin dan memiliki kekhawatiran serius terhadap vaksinasi Covid-19. Saya merasa sangat tidak percaya pada vaksin dan dihantui rasa takut serta ketidakpastian," tulis Xhaka dalam pernyataannya.

Alasan Xhaka Ambil Sertifikat Palsu

Xhaka mengungkapkan bahwa dalam kondisi emosional yang kacau, ia memilih mendapatkan sertifikat vaksinasi alih-alih menyelesaikan pertanyaannya melalui jalur yang benar. Ia menyadari keputusan itu keliru.

"Hari ini saya jelas melihat ini bukan tindakan yang benar. Itu sebuah kesalahan. Saya minta maaf. Saya bertanggung jawab atas keputusan ini, berkomitmen menyelidiki masalah ini, dan bekerja sama dengan otoritas terkait," ujarnya.

Pada September 2022, Xhaka sempat dinyatakan positif Covid-19 dan tidak memperkuat Timnas Swiss pada laga internasional bulan itu. Saat itu ia masih berstatus pemain Arsenal sebelum pindah ke Bayer Leverkusen pada 2023 dan bergabung dengan Sunderland dua tahun kemudian.

Penyelidikan Kejaksaan Lucerne dan Ancaman Hukuman

Xhaka dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Lucerne pekan depan. Penyidik tengah menentukan apakah akan mengajukan proses pidana terkait dugaan penerbitan sejumlah sertifikat Covid palsu oleh seorang dokter yang berbasis di kota tersebut selama pandemi.

Dokter itu pertama kali diselidiki pada 2023 dan membantah semua tuduhan. Juru bicara Kejaksaan Lucerne menyatakan tujuan penyelidikan adalah mengklarifikasi apakah ada perbuatan yang relevan secara hukum pidana terkait kemungkinan memperoleh sertifikat atau dokumen palsu secara curang.

Jika dakwaan diajukan, Xhaka bisa menghadapi denda berat atau secara teoretis hukuman penjara lima tahun. Namun, penerapan sanksi tersebut dinilai sangat tidak mungkin terjadi.

Dampak ke Timnas Swiss dan Klub

Xhaka kini dipastikan absen membela Timnas Swiss pada laga Nations League melawan Makedonia Utara dan Skotlandia di kandang lawan, serta melawan Slovenia dan Makedonia Utara di kandang. Gelandang berusia 33 tahun itu telah mengoleksi 152 penampilan bersama negaranya.

Sunderland menyatakan tidak akan berkomentar mengenai kasus ini. Klub Liga Inggris itu merujuk pada fakta bahwa Xhaka masih memperkuat Arsenal ketika peristiwa tersebut terjadi pada 2022.

Kasus ini menjadi pukulan bagi Timnas Swiss yang kehilangan kaptennya jelang rangkaian laga penting Nations League. Bagi Xhaka sendiri, pengakuan terbuka ini menandai babak baru dalam kariernya yang selama ini dikenal sebagai sosok pemimpin di lapangan.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top