Cuaca Buruk dan Kabut Asap, MSDA Imbau Wisatawan Tunda Wisata Bahari

Penulis: Binsar Gultom  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:38:01 WIB
Asosiasi Selam Malaysia mengimbau wisatawan menunda perjalanan laut saat cuaca buruk dan kabut asap menebal.

KEPULAUAN RIAU — Asosiasi Selam Malaysia (MSDA) meminta wisatawan tidak memaksakan perjalanan laut saat cuaca buruk atau kabut asap menebal di pesisir timur Semenanjung Malaysia. Imbauan berlaku menjelang musim monsun, ketika jarak pandang di laut dan indeks polusi udara berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran. Wisatawan diminta menghormati keputusan operator dan nakhoda yang menunda keberangkatan.

Presiden MSDA Aminor Azmi Abdul Latip menegaskan biaya perjalanan bukan alasan untuk tetap berlayar ketika kondisi tidak aman. Operator wisata diminta memberi penjelasan jelas soal penjadwalan ulang atau solusi wajar sesuai ketentuan pemesanan.

"Operator harus memberikan penjelasan yang jelas dan membahas penjadwalan ulang atau solusi lain yang wajar sesuai dengan ketentuan pemesanan," kata Aminor, dikutip dari Bernama.

Mengapa Kabut Asap Jadi Masalah di Laut

Kabut asap tidak hanya mengganggu kesehatan pernapasan. Jarak pandang yang menipis menyulitkan nakhoda melihat kapal lain dan orang yang beraktivitas di air.

MSDA meminta operator memantau indeks polusi udara di sekitar destinasi sebelum memberangkatkan tamu. Keputusan berlayar harus mempertimbangkan cuaca, kondisi laut, jarak pandang, serta kesiapan kapal dan awaknya.

Jika kondisi membahayakan, perjalanan wajib dihentikan. Nakhoda berwenang memutuskan apakah kapal kembali ke dermaga atau berlindung di tempat aman.

Peralatan dan Prosedur Wajib Sebelum Berangkat

Pemeriksaan kapal dilakukan sebelum keberangkatan, bukan saat sudah di tengah laut. MSDA menyoroti beberapa hal yang kerap diabaikan operator.

  • Semua sistem kapal berfungsi baik, termasuk bahan bakar dan cadangan darurat
  • Alat komunikasi aktif, tidak hanya mengandalkan telepon seluler
  • Peralatan keselamatan dalam kondisi layak pakai
  • Jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas
  • Awak kapal siap menghadapi keadaan darurat
  • Penumpang mendapat pengarahan keselamatan sebelum berangkat

Petugas di darat juga harus mengetahui rute perjalanan dan prosedur jika kapal terlambat atau kehilangan kontak. Informasi ini menentukan kecepatan respons bila terjadi insiden.

Yang Perlu Disiapkan Wisatawan

Dari sisi penumpang, MSDA meminta wisatawan memastikan kondisi tubuh sehat dan membawa obat-obatan pribadi yang cukup. Wisatawan dengan kondisi medis tertentu perlu memberi tahu operator sejak awal.

Siapkan pula informasi obat yang dikonsumsi, riwayat alergi, dan kontak darurat. Data ini membantu tim penyelamat bila evakuasi diperlukan di tengah perjalanan.

Kesiapan Tim Penyelamat Bukan Jaminan

MSDA meminta tim penyelamat meningkatkan kesiapan personel, peralatan, dan komunikasi. Operator yang mengalami keadaan darurat harus segera melaporkan lokasi dan jumlah orang yang membutuhkan bantuan.

Aminor mengingatkan kesiapan tim penyelamat bukan alasan untuk memaksakan perjalanan berisiko. Cuaca buruk dapat memperlambat proses evakuasi itu sendiri.

Keselamatan penumpang, awak kapal, dan petugas penyelamat tetap menjadi prioritas di atas jadwal liburan. Wisatawan yang hendak menyelam atau island hopping di pesisir timur Semenanjung Malaysia sebaiknya mengonfirmasi kondisi cuaca ke operator sebelum berangkat.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top